Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Kota Medan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Jepang, mulai dari sektor pendidikan, pariwisata, budaya, hingga penataan kota. Langkah itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dengan Konsul Jenderal Jepang, Furugori Toru, di Medan, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat di kediaman Konsul Jepang di Jalan Imam Bonjol, Medan, itu membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis antara Kota Medan dan Jepang. Salah satu agenda utama yang mencuat yakni rencana mengaktifkan kembali kerja sama Sister City antara Kota Medan dan Kota Ichikawa, Jepang.
Kerja sama tersebut sebelumnya sempat berjalan, termasuk melalui program pertukaran pelajar dan pengembangan hubungan antardaerah.
Furugori Toru mengatakan dirinya optimistis hubungan Jepang dengan Kota Medan dapat berkembang lebih erat. Selama hampir 10 bulan bertugas di Indonesia, ia menilai komunikasi dengan Pemerintah Kota Medan berjalan positif dan terbuka.
“Saya sangat senang bisa menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kota Medan. Harapan kami hubungan Jepang dan Kota Medan dapat terus berkembang dengan baik,” ujarnya.
Menurut Furugori, konsep Sister City bukan sekadar hubungan seremonial, melainkan ruang berbagi pengalaman dalam berbagai bidang, seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kawasan perkotaan.
Dalam diskusi tersebut, budaya disiplin dan kebersihan Jepang turut menjadi perhatian. Pemerintah Kota Medan disebut tertarik mempelajari sistem pengelolaan kota di Jepang, termasuk pelayanan publik dan pengembangan sektor pariwisata yang ramah wisatawan.
Tak hanya membahas kerja sama formal, pertemuan itu juga diwarnai obrolan ringan soal kuliner khas Medan. Furugori mengaku terkesan dengan cita rasa Soto Medan yang menurutnya memiliki karakter kuat dan unik.
“Masakan Kota Medan sangat menarik, terutama Soto Medan. Rasanya eksotis dan saya suka,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Zakiyuddin Harahap menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai Jepang merupakan salah satu negara dengan tata kota, budaya kebersihan, dan sistem pelayanan publik yang patut menjadi referensi bagi Kota Medan.
“Kami berharap ke depan ada kerja sama yang bisa dibangun bersama Jepang, terutama bagaimana Medan dapat belajar tentang kebersihan, penataan kota, pendidikan, dan pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Zakiyuddin juga berharap hubungan yang semakin erat dengan Jepang dapat memperkuat promosi Kota Medan di tingkat internasional, termasuk menarik minat wisatawan Jepang untuk datang menikmati kekayaan budaya dan kuliner khas Sumatera Utara.
Menurutnya, Medan memiliki sejumlah destinasi sejarah dan budaya yang potensial menarik wisatawan mancanegara, seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, hingga Tjong A Fie Mansion.











