Daerah  

Bupati Toba Akan Berkantor di Desa Sekali Seminggu, Siap Dengar Keluhan Warga  

Share

ARMADABERITA.COM | TOBA – Bupati Toba, Effendi Sintong Panangian Napitupulu, menegaskan rencananya untuk berkantor di desa sekali dalam seminggu. Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya, sekaligus tanpa membebani anggaran desa.

“Ini sekalian sidak, jadi tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi yang jelas, tidak akan membebani desa,” ujar Bupati Effendi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Toba 2026 di Kecamatan Silaen, Jumat (21/3/2025).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan pelayanan desa berjalan dengan baik. Banyak laporan masuk mengenai persoalan seperti warga yang seharusnya tidak berhak justru masuk daftar penerima PKH, atau perangkat desa yang tidak pernah aktif bekerja.

“Ketika berkantor di desa, ini menjadi momen bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk menyampaikan keluhan serta kebutuhan mereka. Jangan sampai ada pelayanan yang berbelit-belit. Kepala desa juga harus bisa menunjukkan kreativitasnya dalam membangun desa,” tambahnya.

Musrenbang Bukan Seremonial, Pembangunan Harus Prioritas  

Bupati Effendi juga menegaskan, Musrenbang tidak boleh hanya menjadi acara seremonial tanpa hasil nyata. Ia meminta agar semua pihak benar-benar menentukan usulan prioritas yang paling penting untuk masyarakat.

“Kita harus sepakat mengusulkan yang memang jadi prioritas. Jangan sampai Musrenbang hanya jadi wacana tanpa realisasi,” tegasnya.

Saat ini, Pemkab Toba telah mengumpulkan anggaran efisiensi sebesar Rp 51 miliar. Dari jumlah itu, Rp 10 miliar akan dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan, sementara sisanya akan digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur, sanitasi, dan sektor lainnya.

Potensi Jagung dan Perbaikan Infrastruktur Jadi Fokus 

Bupati juga menyoroti potensi pertanian di wilayah Silaen, khususnya tanaman jagung yang bisa dipanen dua kali setahun dan berkontribusi pada ketahanan pangan. Oleh karena itu, usulan prioritas di Silaen mencakup peningkatan jalan, irigasi, serta pengadaan bibit jagung dan bawang.

Selain itu, Camat Silaen, Tumpal Panjaitan, menyampaikan, ada 123 usulan dari 23 desa di Kecamatan Silaen, dengan prioritas utama perbaikan jalan. Beberapa ruas jalan yang mendesak untuk diperbaiki antara lain Jalan Hutanamora Sitorang sepanjang 800 meter, Jalan Sirandos, dan jalan di Desa Sibide yang rawan longsor saat hujan deras.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Toba, Robinson Sibarani, juga mengajak seluruh aparatur desa untuk mengubah pola pikir agar lebih berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Semua yang menerima gaji dari negara harus melayani masyarakat dengan baik. Pembangunan akan lebih lancar jika semua pihak berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Bupati Effendi pun menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Audi Murphy untuk mengawal pemerataan pembangunan di Kabupaten Toba dalam lima tahun ke depan. Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga budaya gotong royong, terutama dalam kebersihan lingkungan.

“Kita harus bersama-sama menjaga desa kita tetap bersih dan nyaman. Mari kita berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *