Medan, ArmadaBerita.Com – Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan mulai memasuki rangkaian agenda penting. Forum tiga negara ini tidak hanya membahas kerja sama antarnegara, tetapi juga membuka ruang bagi Sumatera untuk memperkuat rantai ekonomi, perdagangan dan konektivitas menuju pasar regional.
Kepala Bapperida Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dikky Anugerah melalui Perencana Ahli Utama Bapperida Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan mengatakan, kerja sama IMT-GT mencakup sejumlah sektor strategis yang berkaitan langsung dengan pengembangan ekonomi kawasan.
Menurut Effendy, agenda yang dibahas antara lain ketahanan pangan, pertanian, perkebunan dan agribisnis, pengembangan ekosistem industri, produk dan layanan halal, serta konektivitas logistik dan infrastruktur transportasi antardaerah.
“Selain itu, juga tentang fasilitasi integrasi perdagangan dan promosi investasi bersama. Kelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana, dan ketahanan iklim,” kata Effendy, Minggu (6/9/2026).
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan sosial, serta integrasi transformasi digital dan sistem data terpadu.
Dengan cakupan tersebut, forum IMT-GT menjadi momentum untuk memperkuat keterhubungan antardaerah di Sumatera sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap jaringan perdagangan dan investasi Indonesia-Malaysia-Thailand.
Sumut memiliki posisi strategis dalam agenda tersebut. Selain menjadi tuan rumah PTM IMT-GT ke-32 yang berlangsung 7–10 September 2026, Sumut juga berperan sebagai koordinator provinsi kerja sama IMT-GT di Indonesia.
Menurut Effendy, sektor pariwisata tetap menjadi salah satu fokus working group IMT-GT. Pembahasannya meliputi promosi bersama, pengembangan wisata tematik lintas negara hingga peningkatan kapasitas layanan industri pariwisata.
Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah penguatan potensi dan sertifikasi jaringan Geopark antara Samosir di Sumut dan Langkawi, Malaysia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi pariwisata lintas negara dalam kawasan IMT-GT.
Namun, agenda forum tidak berhenti pada pariwisata. Penguatan perdagangan, investasi dan konektivitas logistik menjadi bagian penting karena ketiga sektor tersebut menentukan kelancaran arus barang, jasa dan modal antardaerah.
Momentum itu juga diperkuat dengan Rapat Kerja 10 Gubernur se-Sumatera yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada 9 September 2026. Para gubernur akan membahas sinergi pembangunan, kerja sama antardaerah dan penguatan konektivitas regional.
Sebanyak 10 gubernur se-Sumatera dijadwalkan menandatangani kesepahaman bersama. Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi pembangunan antardaerah sehingga potensi ekonomi Sumatera dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.
“Kerja sama pariwisata subregional IMT-GT telah berjalan secara berkala,” ujar Effendy. Ia menegaskan, berbagai sektor kerja sama tersebut menjadi ruang untuk memperkuat potensi daerah dalam kerangka subregional.
Sejumlah delegasi telah mulai tiba di Medan menjelang pelaksanaan forum. Pada 6 September 2026, Amri Bukhairi Bakhtiar, Director of Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) dari Malaysia, tercatat telah tiba.
Selanjutnya, sejumlah pejabat senior dari Indonesia, Malaysia dan Thailand dijadwalkan hadir pada 7 September. Pada 9 September, sejumlah menteri dan pejabat lembaga regional juga dijadwalkan mengikuti rangkaian agenda, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto serta Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir.
Kehadiran pemerintah, lembaga regional dan pelaku usaha dalam satu forum membuat PTM IMT-GT ke-32 menjadi momentum penting bagi Sumatera. Tantangannya kini bukan sekadar memperkuat kerja sama di atas kertas, tetapi mendorong konektivitas, perdagangan, investasi dan potensi ekonomi daerah agar benar-benar terhubung dengan pasar regional. (Asn)











