OJK Genjot Literasi Pasar Modal Syariah di Kampus Gontor, Investor Muda Tembus 54% dari Total Investor Nasional

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi pada kegiatan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang digelar di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7). Ist
Share

Ponorogo, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengakselerasi literasi dan inklusi pasar modal syariah di kalangan generasi muda. Langkah ini dilakukan untuk memperluas basis investor domestik sekaligus mendorong lahirnya investor yang memahami risiko investasi dan berinvestasi secara bijak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang digelar di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif, terutama dari kelompok usia muda.

Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor. Lebih dari 54% di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun.

Sementara itu, Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan basis investor terbesar. Jumlah investor pasar modal di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 3,1 juta investor, menempatkannya di posisi ketiga secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan, peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi, termasuk instrumen berbasis syariah.

“Investasi saham bukanlah praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah telah memperoleh legitimasi melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Pasar modal syariah juga didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengapresiasi pembukaan rekening efek oleh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus memperkuat basis investor domestik.

Meski demikian, Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menanamkan modal hanya karena mengikuti tren investasi.

“Yang sudah membuka rekening jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian langsung menginvestasikan modal tanpa pemahaman. Teruslah belajar dan pahami risiko di balik setiap keputusan investasi. Selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis,” katanya.

Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai investasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

“Sekarang orang harus mampu mengelola uangnya dengan baik di tengah dunia yang penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Saya berharap mahasiswa tidak terjebak investasi yang menyesatkan hanya karena kurang memahami ilmunya. Karena itu, kegiatan ini sangat penting,” terang Hamid.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur. Selain di Universitas Darussalam Gontor, OJK juga menggelar sosialisasi pasar modal di Pemerintah Kota Kediri yang disertai pencanangan pembukaan galeri investasi bagi ASN, talkshow pasar modal di Radio Andika Kediri guna meningkatkan literasi dan perlindungan investor, serta sosialisasi perdagangan karbon di Bursa Karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Lembaga Validasi dan Verifikasi.

Melalui rangkaian SEPMT 2026, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal semakin meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan investor domestik sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap pasar modal dan Bursa Karbon. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *