AGAMA  

MTQ Sumut 2026 Dibuka, Kajati Tegaskan Generasi Al-Qur’an Harus Jadi Benteng Lawan Narkoba dan Korupsi

Pembukaan MTQ ke-40 Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial keagamaan semata. Di tengah ancaman narkoba, perjudian, kemaksiatan, dan korupsi yang masih membayangi kehidupan masyarakat, MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Al-Qur’an yang berintegritas dan berkarakter kuat.

Pesan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhubuddin saat memberikan amanat pada pembukaan MTQ ke-40 Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam.

Menurut Muhubuddin, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari kualitas tilawah dan prestasi para peserta, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu membentuk karakter generasi muda yang tangguh menghadapi berbagai ancaman moral.

“MTQ hendaknya bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan. Kegiatan ini harus mampu melahirkan generasi Al-Qur’an yang anti narkoba, anti kemaksiatan, anti perjudian, dan memiliki sikap tegas terhadap korupsi,” tegasnya.

Ia menilai pembangunan Sumatera Utara menuju daerah yang maju dan bermartabat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, sehat secara mental, serta memiliki integritas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Muhubuddin mengingatkan bahwa perubahan besar tidak akan lahir tanpa kesadaran untuk memperbaiki diri. Karena itu, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

“Generasi emas Sumatera Utara hanya dapat diwujudkan apabila kita mampu membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an serta menjauhi perilaku yang merusak masa depan bangsa,” ujarnya.

Pembukaan MTQ ke-40 Sumatera Utara secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, para kepala daerah kabupaten/kota, unsur Forkopimda, serta jajaran instansi vertikal dan tokoh masyarakat.

Ribuan peserta dan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara juga ambil bagian dalam perhelatan yang menjadi agenda keagamaan terbesar di provinsi tersebut.

Selain menjadi ajang syiar Islam dan penguatan ukhuwah Islamiyah, MTQ tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai moral dan integritas di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Pesan yang mengemuka dari pembukaan MTQ kali ini jelas. Membaca dan melantunkan Al-Qur’an harus berbanding lurus dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama, tetapi juga mampu menjadi benteng bagi Sumatera Utara dalam melawan narkoba, korupsi, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *