Jakarta, ArmadaBerita.Com – Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), KH Masyhuril Khamis, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah yang untuk pertama kalinya dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Menurut Masyhuril, pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan, baik dari sisi pelayanan jamaah maupun tata kelola penyelenggaraan. Ia menilai berbagai layanan utama, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kesehatan, berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Secara umum penyelenggaraan haji berjalan lancar. Pelayanan kepada jamaah cukup maksimal dan memberikan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” kata Masyhuril, Senin (15/6/2026).
Ia menyoroti peningkatan layanan kesehatan yang dinilai menjadi salah satu faktor keberhasilan musim haji tahun ini. Kehadiran puluhan klinik satelit, penguatan layanan kesehatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta respons cepat petugas lapangan dinilai mampu menekan angka jamaah sakit maupun wafat.
Tak hanya itu, proses keberangkatan dari Indonesia hingga pemulangan jamaah ke Tanah Air juga berlangsung relatif lancar tanpa kendala besar. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari koordinasi yang baik antara pemerintah Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan seluruh unsur penyelenggara haji.
Atas capaian tersebut, Masyhuril menyampaikan selamat kepada Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia juga mengapresiasi langkah kementerian yang membuka ruang pemberdayaan bagi kader-kader muda Al Washliyah dalam penyelenggaraan haji.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk pemberdayaan kader-kader muda Al Washliyah,” ujarnya.
Meski demikian, Masyhuril mengingatkan agar Kemenhaj tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan harus tetap menjadi agenda utama guna meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang.
Ia menilai layanan pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Perbaikan di titik-titik krusial tersebut dinilai akan menentukan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
Masyhuril juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas haji. Ia menilai pola pendidikan dan pelatihan yang lebih disiplin serta komprehensif telah berkontribusi terhadap meningkatnya performa petugas dalam melayani jamaah.
Karena itu, standarisasi pelatihan dan penguatan kompetensi petugas perlu terus dilanjutkan pada penyelenggaraan haji tahun berikutnya. Selain itu, aspek istithaah kesehatan, sistem penanganan jamaah sakit, serta ketersediaan tenaga medis harus tetap menjadi prioritas utama.
“Penguatan layanan kesehatan dan kesiapan tenaga medis tidak boleh terabaikan. Ini harus tetap menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan haji 2027,” tegasnya.











