Medan, ArmadaBerita.Com – Kondisi memprihatinkan terlihat di Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia. Sejumlah anak sekolah terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan meniti pipa air milik PDAM untuk menyeberang, setelah jembatan penghubung di kawasan itu roboh akibat banjir Sungai Deli yang meluap beberapa waktu lalu.
Dalam video yang beredar, para pelajar terlihat berhati-hati melangkah di atas pipa sempit tanpa pengaman. Situasi ini memicu kekhawatiran warga karena risiko terjatuh sangat tinggi, terlebih saat hujan atau kondisi licin.
Warga sekitar pun mendesak Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas agar segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai, keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi akses utama, khususnya bagi anak-anak menuju sekolah.
“Kalau ada jembatan, anak-anak tidak perlu memutar jauh. Sekarang mereka terpaksa lewat pipa, sangat berbahaya. Kami berharap segera dibangun kembali,” ujar salah seorang warga kepada wartawan, Senin (20/4/2026)
Menanggapi kondisi tersebut, Pemko Medan sebenarnya telah mengambil langkah awal. Pemerintah kota secara resmi menyurati PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memohon izin pinjam pakai lahan dan aset di lokasi jembatan roboh tersebut.
Kepala Bappeda Kota Medan, Ferry Ichsan, menjelaskan bahwa surat yang ditandatangani langsung oleh wali kota menjadi tahapan penting dalam percepatan pembangunan. Pasalnya, jembatan yang roboh itu berada di atas aset milik PT KAI, sehingga diperlukan izin sebelum pembangunan bisa dilakukan.
“Ini langkah awal yang sangat penting. Kami berharap PT KAI segera memberikan persetujuan agar pembangunan jembatan penyeberangan bisa direalisasikan,” sebut Ferry.
Sambil menunggu izin, Pemko Medan juga mulai menyiapkan langkah teknis melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi dengan melakukan penilaian kondisi pondasi jembatan. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih aman.
Meski demikian, kondisi di lapangan yang mendesak membuat warga berharap proses administrasi tidak berlarut-larut. Mereka meminta percepatan nyata agar akses aman segera tersedia dan aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar, tidak lagi dibayangi risiko kecelakaan.
Jembatan eks perlintasan kereta api yang telah berdiri sejak era kolonial itu sebelumnya menjadi penghubung penting antarwilayah. Kini, setelah roboh diterjang banjir, warga hanya bisa berharap janji percepatan pembangunan segera terealisasi sebelum jatuh korban.











