Armadaberita.com | Medan – Pendidikan bukan cuma soal sekolah, tapi kunci untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia! Prof. Dr. Syawal Gultom, Guru Besar Unimed dan tokoh pendidikan nasional, mengungkap rahasia ini dalam The 2nd International Conference on Economic Sustainability (IECES) FE Unimed 2025 yang dihadiri lebih dari 1.300 peserta.
Dalam paparan yang memukau bertajuk “Educational Perspective for Sustainable Economics”, Prof. Syawal menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pembangunan manusia adalah bencana sosial. Fakta mengejutkan: meski ekonomi Indonesia tumbuh, masih ada 23,85 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan.
Prof. Syawal bahkan menantang cara berpikir tradisional: “Pertumbuhan ekonomi tanpa pendidikan yang inovatif hanyalah ilusi. Bangsa ini akan tertinggal jika kita tidak menyiapkan generasi kreatif dan berkarakter.” Ia membeberkan lima pilar pendidikan yang bisa mengubah wajah ekonomi Indonesia, mulai dari membentuk kesadaran kemanusiaan hingga mencetak inovator masa depan.
Lebih menegaskan lagi, Prof. Syawal menyerukan mantra yang mengguncang: “Bangun negeri dari sekolah!” Pernyataan ini bukan sekadar retorika, tapi strategi nyata agar Indonesia mampu bersaing secara global dan menurunkan angka kemiskinan.
Kegiatan IECES 2025 yang dibuka Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin ini juga dihadiri narasumber internasional dari Malaysia, Irlandia, dan Amerika Serikat. Peserta diajak melihat bahwa pendidikan bukan hanya mencetak tenaga kerja, tapi senjata utama membangun bangsa berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Apakah Indonesia siap menyambut revolusi pendidikan ini dan menempatkan generasi muda sebagai ujung tombak ekonomi nasional? Prof. Syawal sudah memberikan resepnya – kini giliran bangsa ini bertindak.











