Armadaberita.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menggelorakan semangat baru kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dalam arahannya, yang dibacakan Sekretaris Dinas Perhubungan Provsu, Rochani Litiloly, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja nyata untuk menyukseskan pembangunan jangka menengah lima tahun ke depan.
Bobby menyebut tahun 2025 sebagai awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan visi besar Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan. Ia menyoroti lima misi utama pembangunan, namun secara khusus menekankan misi keempat: pengembangan infrastruktur yang berkualitas, estetis, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi naik dari 5,03 persen di 2024 menjadi 7,6 persen pada 2029. Maka, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, hingga kawasan terpencil harus kita percepat,” kata Rochani membacakan arahan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, di hadapan peserta apel pagi di halaman kantor Dishub Sumut, Senin (14/7/2025).
Ia menargetkan kemantapan jalan provinsi mencapai 87 persen dan kondisi jembatan baik sebesar 86 persen pada akhir masa RPJMD. Infrastruktur, kata dia, tidak hanya dibangun di kota-kota besar, tetapi juga harus menjangkau desa, kawasan perbatasan, kepulauan, hingga wilayah rawan bencana.
Tak hanya itu, sektor sumber daya air juga menjadi prioritas. Bobby menyebut pemerintah tengah menangani 90 daerah irigasi, termasuk pembangunan dan rehabilitasi waduk, embung, dan rawa, guna mendukung ketahanan pangan.
“Kita ingin lebih tanggap terhadap bencana. Targetnya, lebih dari 7.000 hektare kawasan permukiman dan infrastruktur publik terlindungi dari banjir,” katanya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan akses air minum, sanitasi, pengelolaan sampah, dan penataan kawasan kumuh, termasuk percepatan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di KEK Sei Mangkei serta penyelesaian proyek regional Mebidang.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan penataan ruang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia meminta agar seluruh tata ruang diselaraskan dengan upaya menjaga keseimbangan ekologi dan mendukung investasi.
“Ekosistem jasa konstruksi juga harus kita perkuat. Mulai dari pelatihan tenaga kerja, sertifikasi, hingga penerapan teknologi berbasis digital,” ucapnya.
Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh ASN bekerja dengan hati, melayani dengan sepenuh jiwa, dan menjaga komitmen pengabdian untuk membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Utara.
“Dari kerja kitalah masa depan Sumatera Utara ditentukan. Mari terus berkarya, tetap semangat, dan salam kolaborasi,” serunya disambut lantang oleh peserta apel: “Sumut Berkah!”











