Armadaberita.com | Samosir – Menjelang kunjungan asesor UNESCO pada 21–25 Juli 2025 untuk revalidasi status Geopark Kaldera Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp), Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan kesiapan penuh mendukung upaya mengembalikan status “kartu hijau” yang sempat berubah menjadi “kartu kuning”.
Dalam rapat koordinasi persiapan revalidasi yang dipimpin Gubernur Sumut Bobby Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Bupati Vandiko menegaskan bahwa kelima geosite di wilayah Kabupaten Samosir masih dalam kondisi terjaga dan terawat. Geosite tersebut mencakup Pusuk Buhit, Tele–Efrata–Sihotang, Huta Tinggi–Sidihoni, Simanindo–Batu Hoda, dan Ambarita–Tuktuk–Tomok, serta satu Pusat Informasi Geopark di Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula.
“Pemkab Samosir tetap konsisten menjaga keunikan geologi, budaya, dan hayati di kawasan ini. Kami juga aktif melakukan pelatihan untuk BUMDes, Pokdarwis, hingga komunitas kuliner lokal,” ujar Vandiko. Ia juga menyebut keberhasilan Desa Wisata Hariara Pohan meraih juara 2 nasional pada Anugerah Desa Wisata 2023 sebagai salah satu bukti nyata keberhasilan pengembangan wilayah Geosite.
Berbagai langkah edukasi terus dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, kelompok kerja geosite, hingga integrasi edukasi geopark ke dalam kurikulum sekolah. Vandiko menambahkan, lokasi-lokasi geosite juga siap dijadikan lintasan dalam gelaran lomba lari alam internasional, UTMB (Ultra Trail Mont Blanc).
Sementara itu, Gubernur Bobby Nasution mengingatkan pentingnya mempercepat pemenuhan kekurangan di seluruh kawasan Danau Toba sebelum kedatangan asesor UNESCO. Ia juga menekankan perlunya menjaga lingkungan, terutama dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. “Kalau sudah disosialisasi tapi masih membandel, tindak tegas di lapangan,” tegas Bobby.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama menjaga status Geopark Kaldera Toba agar kembali mendapat pengakuan penuh dari UNESCO. “Kita harus pikirkan besar untuk masa depan kawasan ini,” tutupnya.











