Armadaberita.com – MANDAILING NATAL— Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Panyabungan dan diduga tidak mendapat penanganan medis yang memadai selama empat hari. Keluarga korban menuding rumah sakit melakukan pembiaran, karena baru didatangi dokter spesialis pada hari keempat perawatan.
“Hari Sabtu keluarga kami masuk rumah sakit. Baru Rabu pagi ditangani dokter, dan sorenya dia meninggal,” ungkap O. Rangkuti, salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan, Minggu (18/5/2025).
Menurut keluarga, alasan keterlambatan penanganan disampaikan oleh perawat di ruang bedah. Dikatakan bahwa dokter tidak berada di tempat karena libur tanggal merah pada hari Senin dan Selasa.
“Perawat bilang, dokter tidak ada karena hari libur. Tapi apa pantas pasien dibiarkan begitu saja?” keluh keluarga.
Korban akhirnya meninggal pada Rabu sore dan langsung dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman. Keluarga juga menuturkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali dialami warga dari wilayah Pantai Barat Madina yang dirujuk ke RSUD Panyabungan.
“Kami dari daerah jauh sering merasa diperlakukan tidak adil. Kami berharap ke depan tidak ada lagi pasien yang mengalami hal seperti ini,” ujar mereka.
Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan Sp.THT, menyebut kemungkinan terjadi miskomunikasi antara pihak rumah sakit dan dokter yang bersangkutan.
“Ini mungkin miskomunikasi. Senin saya akan klarifikasi dulu ke dokter yang menangani,” tulis dr. Rusli melalui pesan singkat.
Kasus ini memicu sorotan tajam terhadap manajemen layanan di RSUD Panyabungan, khususnya terkait kesigapan dalam penanganan pasien di hari libur dan sistem komunikasi internal antar petugas medis.











