Dukungan Mengalir! JAMSU Ikut Serukan: Tutup TPL Sekarang Juga!

Gerakan Masyarakat Sipil terus berjuang mendesak agar TPL ditutup karena dinilai telah menyumbang kerusakan lingkungan secara masif
Share

Armadaberita.com | MEDAN – Seruan tegas Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) dihentikan, mendapat dukungan penuh dari Jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumatera Utara (JAMSU). Aliansi yang terdiri dari Bakumsu, KSPPM, YAK, YDPK, Petrasa, dan Bitra Indonesia ini menyatakan, sudah saatnya TPL angkat kaki dari Tanah Batak.

Selama puluhan tahun, keberadaan TPL di atas tanah leluhur masyarakat adat Batak dinilai hanya membawa malapetaka: banjir bandang, longsor, pencemaran air dan udara, hingga konflik sosial yang tak kunjung reda. Alih-alih menyejahterakan, perusahaan justru dianggap memperdalam jurang ketimpangan.

“Sikap Ompu I sebagai pimpinan gereja yang berpihak kepada rakyat kecil dan alam adalah bentuk kepemimpinan spiritual yang patut diapresiasi,” ujar Juniaty Aritonang, Sekretaris Eksekutif Bakumsu. Ia menilai, langkah HKBP menjadi sinyal kuat bahwa krisis ekologis dan ketidakadilan struktural tak bisa lagi ditoleransi.

Hal senada diungkapkan Sandres Siahaan dari KSPPM. Ia menyebutkan bahwa JAMSU telah lama mencatat dampak nyata dari aktivitas TPL, mulai dari perusakan hutan adat hingga kriminalisasi warga yang memperjuangkan tanah mereka. “Seruan dari Ephorus adalah panggilan moral bagi kita semua untuk bergerak. Ini lebih dari sekadar isu lokal—ini soal tanggung jawab terhadap bumi dan generasi mendatang,” katanya.

JAMSU pun menyerukan agar tokoh-tokoh lain, termasuk pemimpin agama lintas iman, pemerintah, hingga sektor swasta, tidak lagi tinggal diam. Pemerintah diminta bertindak tegas: mencabut izin TPL demi menyelamatkan Tanah Batak dari kehancuran ekologis yang semakin parah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *