NEWS  

Melalui Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis, Diharapkan Kebijakan BI Tersampaikan ke Masyarakat

Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com

Dalam memberi pemahaman seputar kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonsia agar tersampaikan dengan baik ke masyarakat, BI Sumut mengajak insan media ekonomi dan bisnis pelatihan ke Jakarta. Pelatihan dibarengi dengan menyaksikan penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang berlangsung sejak 1-4 Agustus 2024 di Jakarta Convention Centre.

Para awak media pun di ajak ke event KKI dan FEKDI yang diramaikan dengan pameran ratusan produk UMKM dari seluruh daerah di Indonesia. Pada kegiatan itu, Sumatera Utara membawa 18 produk unggulan, mulai dari Kopi, produk olahan makanan hingga Wastra yang terkenal seperti Ulos Sianipar, Dame Ulos dari Sibolga.

Sebelumnya, sejumlah awak media juga diajak melihat sejarah gedung Bank Indonesia dengan mengunjungi Museum BI. Banyak ilmu dan wawasan diberikan. Sebab, pada awak media didampingi gaet yang mampu menjelaskan awal terbentuknya Museum BI dan juga tentang peredaran mata uang yang pernah ada di Indonesia.

Pelatihan yang diikuti 30 orang media ekonomi dan bisnis dari kota Medan ini juga diisi pemaparan dua orang sukses, Agus Mulyadi dan Arman Dani yang pernah berkecimpung di dunia menulis serta pemuat berita. Ulasan kedua narasumber muda itu disampaikan pada hari kedua pelatihan wartawan asal Medan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (4/8/2024).

Agus Mulyadi yang juga sebagai manager di AkalBuku bercerita banyak tentang kiat suksesnya menulis di beberapa media nasional maupun media sosial seperti Facebook, instagram, dan lainnya yang sukses menarik perhatian banyak orang.

Menurut penulis buku serta blogger yang gemar senyum ini, kiatnya itu adalah membuat tulisan ringan yang mudah dipahami masyarakat. Kata dia, persentasi pembaca media pada umumnya hanya mampu membaca sekitar 8 detik sampai 15 detik. Selebihnya, banyak pembaca malas dan merasa jenuh. Maka dari itu, ia menyarankan media agar tulisannya dapat dilirik dan mudah tersampaikan, haruslah menuangkan dalam tulisan bahasa yang mudah dicerna.

“Bila perlu pakai kata kiasan. Seumpanya, pembaca tidak suka angka seperti banyak dari rilis berita BI, makan bisa diandaikan seperti seluas lapangan bola jika ukuran itu sesuai, atau bisa diistilahkan kata lain. Bisa juga diistilahkan sedikit dengan kata spektakuler semisal mengatakan banyak dengan kata kolosal. Terkadang judul juga harus diibaratkan dengan sedikit kata yang lucu yang dapat menggugah perhatian pembaca,” paparnya.

Pemahaman akan tulisan agar mudah dipahami menurutnya sangat penting diperhatikan oleh penulis. “Karena banyak kebijakannya dari pemerintah yang dikeluarkan sebenarnya baik, tetapi menjadi tampak jelek di mata masyarakat, itu karena tidak disampaikan dengan baik dan tidak dipahami dengan menyeluruh,” urai Agus dengan lugas.

Senada juga disampaikan, Arman Dani. Pria yang pernah mengisi di beberapa media online nasional ini juga banyak membahas bagaiman naskah tulisan wartawan agar terditek google. Dia juga menyarankan agar isi berita bisa dipahami masyarakat ke seluruh lapisan selayaknya memperbanyak kosa kata, dan sering meminta masukan dari para nara sumber seperti dari ekonom terkait berita menegaskan perbankan atau kebijakan BI.

“Setidaknya berita kita terkonfirmasi dengan benar dan apa yang kita tulis dengan mudah dipahami tidak hanya yang mengerti ekonomi, tepati ke seluruh lapisan masyarakat,” sebutnya.

Sebelumnya, Diputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Indra Kuspriyadi dalam pembukaan acara tersebut menyampaikan bahwa harapan Bank Indonesia mengajak wartawan dalam pelatihan guna memberikan wawasan dan nilai tambah ke ilmuan dengan menghadirkan narasumber yang paham dalam bidang penulisan.

Tujuannya agar berita ekonomi dan bisnis yang disampaikan Bank Indonesia dapat dengan mudah ditulis wartawan, sehingga dengan mudah pula tersampaikan oleh masyarakat yang membacanya.

“Kita berharap, berita dari kebijakan yang disampaikan BI bisa dipahami. Seperti berita release yang kita sampaikan, bisa juga teman-teman wartawan mengulik dari berbagai sisi,” harapnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *