Medan, ArmadaBerita.Com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menilai stabilitas sektor jasa keuangan di Sumatera Utara (Sumut) tetap terjaga dengan baik. Hal itu didukung oleh kinerja intermediasi yang kontributif, likuiditas yang mencukupi, dan tingkat permodalan yang solid.
Demikian disampaikan Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut), Khoirul Muttaqien dalam siaran pers tertulis yang disampaikan kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).
Dalamap paparannya, Khoirul Muttaqien menyatakan, Ekonomi Sumut dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi global yang tidak merata. Rebound ekonomi di negara-negara maju dan berkembang meningkatkan permintaan ekspor komoditas utama dari Sumut, seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, dan kopi.
“Peningkatan permintaan ini membantu menopang pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan di Sumatera Utara,” katanya.
Selain itu, imbuh Kepala OJK, pemulihan harga komoditas ekspor juga memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi daerah, memperbaiki neraca perdagangan dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Pada triwulan I 2024, ekonomi Provinsi Sumut tumbuh sebesar 4,88 persen year-on-year (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan IV 2023 yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,02 persen yoy.
Menurut Khoirul Muttaqien, perlambatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya konsumsi pemerintah dan investasi seiring dengan siklus penyerapan anggaran yang rendah dan sikap wait and see dari investor terkait Pemilu 2024. “Namun, konsumsi rumah tangga tetap kuat, didorong oleh perayaan Tahun Baru Imlek dan meningkatnya permintaan pada saat bulan Ramadhan, yang membantu menahan perlambatan ekonomi lebih lanjut,” jelasnya.
Sektor pertanian di Sumut, sebut Khoirul Muttaqien, mengalami akselerasi pertumbuhan dengan angka pertumbuhan sebesar 3,42 persen yoy pada triwulan I 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi padi yang signifikan seiring dengan masuknya periode panen.
Sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 3,73 persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang tetap tinggi dari pasar domestik dan internasional, yang mendorong peningkatan produksi di sektor ini.
“Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang positif serta stabilitas sektor keuangan yang terjaga memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan lebih lanjut dalam sektor ekonomi dan keuangan, serta memperkuat upaya menuju inklusi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan di Sumut,” jelasnya. (ASN)











