Tanjung Morawa, ArmadaBerita.Com
Kebakaran hebat melanda sebuah toko yang menjual bahan perlengkapan rumah tangga dan bahan bangunan di Jalan Irian, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (29/3/2020) sekira pukul 02.00 dini hari.
Meski tak menyebabkan korban jiwa, namun pemilik toko, Bibi Susanto (72) warga Komplek Perumahan Cemara Asri Medan, merugi yang ditaksir hingga 3 Milyar Rupiah.
Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran diketahui oleh warga sekitar yang melihat asap tebar mengepul keluar dari atap toko bernama Toko Irian Supermarket tersebut. Warga saat itu berupa menjerit guna meramaikan situasi agar dapat membantu memadamkan api. Namun dikarenakan Toko dalam keadaan terkunci, warga tak mampu berbuat banyak.
Sedangkan warga lainnya menghubungi pihak kepolisian dan diteruskan ke petugas pemadam. Dengan inisiatif, pihak pemadam menerobos paksa pintu Toko hingga berhasil menemukan kumpulan api yang telah melahap seluruh barang dagangan di dalam toko.
Sementara pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang yang telah datang ke lokasi langsung mengamankan situasi guna kelangsungan membantu petugas Damkar.

Setelah air disemprotkan ke beberapa sumber api oleh 5 unit mobil Damkar, beberapa jam kemudian, api berhasil dijinakkan.
Polisi langsung melakukan pendataan disertai berkoordinasi dengan tim Inafis Polresta Deli Serdang, kemudian, memberi garis polisi di ruko yang terbakar.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin, dan juga Kasubbag Humas Polresta Deli Serdang, Iptu Maspan Naibaho dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020) pagi, menyebut, api berasal dari lantai satu toko.
“Memakan waktu hingga berjam-jam dan sekitar pukul 09.00 WIB, api benar-benar dapat sepenuhnya dipadamkan. Warga masyarakat sekitar yang melihat proses pemadaman api tersebut pun cukup histeris, namun dengan sigap petugas dapat membubarkan masyarakat yang tengah berkumpul di seputaran lokasi kejadian,” jelas kedua perwira polisi itu.
Ditanya mengenai penyebab kebakaran, saat ini polisi mengaku belum bisa memastikan penybabnya, lantaran akan melakukan oleh TKP terlebih dahulu dan dibantu dari hasil tim labfor.
“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp. 3.000.000.000 yang berupa barang-barang dagangan toko, dan bangunan,” pungkasnya. (Ck)











