Jakarta, Armadaberita.com – Program Organisasi Penggerak (POP) telah sukses menyelesaikan tahun ketiganya, memberikan dampak yang signifikan pada dunia pendidikan dan mencapai tonggak penting menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor empat: Pendidikan Berkualitas.
Pada Simposium POP 2023 yang diselenggarakan pada 24 November 2023, Nunuk Suryani, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berbagi hasil positif dari program tersebut. Sejak diluncurkan pada 10 Maret 2020, POP telah menerima total 160 proposal intervensi dari 135 organisasi yang berpartisipasi. Keberhasilan ini menunjukkan intervensi positif dan praktik terbaik organisasi mitra POP dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Nunuk Suryani mengatakan bahwa evaluasi dampak POP memberikan informasi yang menggembirakan, menunjukkan perubahan signifikan dalam lingkungan belajar, hasil belajar, dan karakter peserta didik. “Ada bukti substansial peningkatan kompetensi di antara pendidik dan kepala sekolah yang menjadi sasaran POP,” ujarnya.
Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, menambahkan bahwa hingga program pelatihan dan praktik baik diselesaikan oleh semua organisasi, terdapat 7.300 satuan pendidikan dan 50.000 guru serta kepala sekolah yang telah mendapatkan manfaat dari program pendampingan.
“Fokus kami adalah peningkatan kompetensi fundamental peserta didik dalam literasi, numerasi, dan penguatan karakter, dan kami telah mencapainya bersama-sama melalui kolaborasi dalam POP,” tegasnya.

Rachmadi menekankan hasil positif dari segi kuantitatif dan kualitatif, menunjukkan peningkatan signifikan skor Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), khususnya literasi dan numerasi. “Selain itu, survei mengenai karakter dan lingkungan belajar di sekolah dasar dan menengah sasaran POP menunjukkan peningkatan yang signifikan,” tambahnya.
Irawan, Ketua Yayasan Nurhidayah Dayah, salah satu organisasi mitra POP, menyatakan apresiasi atas program ini. Dia menekankan bahwa POP telah membangun kolaborasi positif di antara pemangku pendidikan di daerah mereka, menyatakan, “Semua daerah sasaran intervensi, terutama para pendidik yang mendapatkan manfaat dari program, memiliki berbagai skema untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus pada tujuan pembelajaran.”
Dr. Jamal, yang mewakili Yayasan Akselerasi Islami Siswa Indonesia, mengulangi rasa terima kasih atas kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mitra melalui Program Organisasi Penggerak. Ia berterima kasih atas semangat kolaborasi positif antara pemerintah, organisasi, dan sekolah dalam merayakan kebebasan belajar.
Fakhrul Roji, Ketua Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat, mengapresiasi implementasi POP, menyatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan mitra melalui Program Organisasi Penggerak telah menjadi media untuk menemukan berbagai cerita unik tentang pendidikan di Indonesia.
Yusri, ketua program dari Yayasan Indonesia Mengabdi, membagikan kisah sukses tentang penguatan karakter melalui praktik baik di antara siswa. Ia mencatat bahwa pelatihan telah berhasil mengubah perilaku guru dalam memandang kekerasan, sehingga menciptakan disiplin positif seperti komunikasi sopan dan tanggung jawab pribadi.
Yanti Sriyulianti, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terutama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, yang telah mendukung 133 organisasi POP dalam memperluas dampak praktik baik di wilayah masing-masing.
Sebanyak 88 dari 133 organisasi POP setuju untuk membentuk asosiasi guna terus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memastikan pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia secara merata dan adil. Upaya kolektif ini mencerminkan semangat “gotoroyong” untuk tumbuh bersama demi kepentingan terbaik anak, berusaha mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 nomor empat: Pendidikan Berkualitas.
Reporter: Dedy Hutajulu











