Medan, ArmadaBerita.Com
Menanggapi pemberitaan di salah satu media online dengan judul “Skandal Perselingkuhan Oknum Anggota DPRD Nias Utara Berduaan Bersama Istri Orang Lain di dalam Kamar Hotel Mencuat”, oknum Wakil Rakyat ini pun angkat bicara.
Kepada wartawan di Medan, NZ mengklarifikasi atas tudingan dalam pemberitaan yang telah beredar tersebut adalah tidak benar.
“Saya menegaskan bahwa hal itu semua adalah tidak benar. Pada saat itu yang sebenarnya adalah seorang ibu berinisial DH sebelumnya memohon bantuan keuangan untuk biaya les privat anaknya yang sudah menunggak dan saya membantu DH dengan berjanji untuk bertemu di Hotel tempat saya menginap,” urai NZ, Kamis (10/8/2023) sore disalah satu cafe di Medan.
Berselang beberapa menit setelah DH naik menuju kamar hotel tempat NZ menginap, muncul sekelompok pria mengaku sebagai oknum wartawan menggedor pintu kamar dan melakukan intimidasi terhadap NZ.
Dia menjelaskan bahwa dia meminta DH untuk naik dan masuk ke kamarnya untuk menjemput uang bantuan yang sebelumnya sudah dijanjikan NZ. Saat itulah beberapa menit kemudian tiba-tiba datang sekelompok orang menggedor pintu dan NZ membukanya.
“Namun di luar dugaan mereka sudah langsung mengaktifkan video HP dan merekam suasana kamar hotel yang saya huni, saat itu dengan menyuarakan narasi yang dapat dikatakan dengan sengaja menciptakan kondisi untuk mengintimidasi dan mengancam saya,” kesalnya.
Tidak sampai disitu, lanjut NZ, drama penggerebekan tersebut, salah satu dari sekelompok pria ada yang mengaku sebagai suami DH dengan menunjukan seberkas dokumen yang menurutnya adalah akta nikah mereka.
“Dengan memanfaatkan suasana yang ada mereka juga melontarkan kalimat ancaman terhadap saya sembari ada yang berperan melakukan komunikasi dengan saya untuk penyelesaian satu peristiwa itu yang menurut saya telah mereka ciptakan sendiri,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa durasi waktu DH mengambil uang dengan masuknya sekelompok pria tak dikenal yang mengaku sebagai oknum wartawan ini berlangsung singkat.
“Ibu ini datang ke kamar hanya untuk menjemput uang dan waktunya tidak lama, namun kedatangan sekelompok orang ini menyusul ke kamar hanya dalam hitungan menit. Terindikasi semua tindakan orang ini sudah terencana,” ketusnya.
Moment tersebut pun dimanfaatkan oleh sekelompok pria tak dikenal itu untuk melakukan pemerasan.
“Namun karena saya merasa terpojok dan ketakutan atas ancaman dan intimidasi yang mereka lakukan, maka saya dengan terpaksa mengiyakan permintaan mereka untuk mentransferkan uang sebesar Rp40 juta rupiah ke salah satu nomor rekening pelaku. Setelah uang dimaksud berhasil saya transfer ke rekening salah satu pelaku maka dalam hitungan menit mereka pun beranjak pergi dan mengatakan masalah sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Dengan tegas, wakil rakyat ini membantah semua tudingan yang ada di pemberitaan tersebut.
“Yang sebenarnya adalah cipta kondisi dan memanfaatkan moment tersebut untuk melakukan suatu tindak pidana pemerasan terhadap saya. Perlu saya jelaskan bahwa saya belum pernah bertemu dengan ibu DH sebelumnya dan ibu DH ini menghubungi saya dengan mengatakan bahwa ia pernah bertemu dengan saya pada bulan Februari yang lalu di Kota Gunungsitoli, Nias disitulah ia mendapatkan nomor telepon saya,” pungkasnya.
Senada juga diungkapkan DH yang datang mendampingi NZ untuk mengklarifikasi tudingan perselingkuhan atas keduanya.
“Saya sebelumnya berkomunikasi dengan pak NZ selaku wakil rakyat di Kabupaten Nias Utara, untuk membantu saya dalam hal pembiayaan les anak saya yang sudah menunggak. Kebetulan beliau di Medan, saya langsung dikabari dan saya menghampiri beliau di hotel tempat ia menginap. Jadi saya untuk mengambil uang bantuan, bukan berselingkuh,” ungkap DH
Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran sekelompok pria yang mengaku sebagai oknum wartawan tersebut melakukan pemerasan dan menuding ia dengan oknum DPRD Nias Utara tersebut berselingkuh.
“Hanya berselang beberapa menit setelah saya masuk ke dalam kamar, sekelompok pria tidak saya kenal yang mengaku sebagai oknum wartawan tersebut menggedor pintu. Setelah dibukakan pintu oleh pak NZ, mereka menuding kami berselingkuh. Bahkan salah satu dari mereka nekat mengaku-ngaku sebagai suami saya. Saya juga heran, kehadiran mereka pada saat itu ternyata menuju kepada transaksi/kesepakatan sejumlah uang dan itu saya saksikan bahkan saya dengan sendiri,” bebernya.
Seperti pemberitaan sebelumnya dari salah saru media online, oknum DPRD Kabupaten Nias Utara berinisial NZ diduga meniduri istri orang lain.
NZ kedapatan oleh sekelompok pria mengaku wartawan di dalam sebuah kamar hotel yang berada di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, Rabu (26/7/2023) sore. (R.Zega)











