Medan, ArmadaBerita.Com
Guna memberikan edukasi terkait urgensi belajar di era digital saat pandemi berlangsung, Literasi Digital (Lidig) Palembang mengadakan webinar yang mengusung tema Belajar Agama di Dunia Maya. Antusiame peserta dalam mengikuti webinar tersebut sampai lebih dari 1000 peserta mulai dari anak sekolah, mahasiswa, guru hingga para orangtua. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang zoom secara virtual pada Sabtu (7/8).
Tysa Novenny Sariosa selaku key opinion leader mengatakan bahwa kita harus beradaptasi saat pandemi berlangsung dalam hal belajar apapun dari dunia maya termasuk belajar agama. Mau tidak mau memang kita harus belajar agama di dunia maya, sebab lebih memudahkan para pemuka agama untuk menyampaikan ilmunya tanpa harus khawatir berkerumun sehingga tidak terpapar virus Covid-19, tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan terkait keefektifan belajar agama di dunia maya dapat dipandang berdasarkan dua sisi. Pertama dari segi kuantitas pasti efektif karena semua kalangan bisa lebih mudah menjangkaunya hanya bermodalkan internet, tanpa harus khawatir soal jarak. Namun efektivitas dari segi kualitas ini kita harus verifikasi sekaligus filter apa yang dikatakan oleh para pemuka agama tersebut memberikan sesuatu yang benar atau justru sebaliknya, tambah Tysa.
Webinar yang dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan tersebut diisi oleh empat narasumber dengan empat topik yang berbeda. Dr. Nandang Koswara selaku dosen program doktoral sekaligus pendakwah membawakan topik kecakapan digital. Muhammad Arif Rahmat, SHI. selaku certified life coach membawakan topik keamanan digital.
Dr. H. Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd.I selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan membawakan topik etika digital. Dan terakhir, Hj. Komariah Hawa, M.Pd selaku Kepala Sekolah MAN 3 Palembang membawakan topik budaya digital.
Sebagai pemateri pertama, Nandang menyampaikan terkait sifat dari konten positif di dunia maya. Konten positif terdiri dari empat sifat atau karakteristik, yaitu bersifat dinamis, produktif, bermanfaat, juga jujur dan sportif, katanya. Selanjutnya Arif mengingatkan peserta webinar untuk memahami resiko siber di dunia maya dengan melakukan proteksi perangkat digital. Resiko siber ini dapat berupa kerugian keuangan, gangguan hukum, rusaknya reputasi/usaha pribadi. Untuk itu penting sekali melakukan proteksi perangkat digital baik perangkat keras juga perangkat lunak, kata Arif.
Setelah usai pemaparan keseluruhan topik dari keempat narasumber, diadakan sesi tanya jawab dan bagi peserta yang beruntung sebanyak 10 orang mendapatkan doorprize berupa voucher e-money dengan pilihan melalui OVO atau GoPay atau LINK AJA.
Reporter: Audry Uyuni











