Medan, ArmadaBerita.Com
Kaum milenial harus mengenal Asurnasi itu adalah bagian dari diri sendiri untuk bagaiman mencapai tujuan perencanaan keuangan menjadi lebih baik
“Salah satu perencanaan keuangan yakni dengan investasi, menabung, usaha. Tapi itu akan sia-sia kalau kita tidak pakai asuransi,” papar Vera Marpaung, Finansial Facilitator atau Pemerhati Perencana Keuangan dalam acara BOBBA MASSAL (Bareng OJK KR 5 Bincang-Bincang Melek Finansial), Selasa (25/5/2021) siang.
Dalam kegiatan yang dilakukan secara zoom yang dihadiri Andi Muhammad Yusuf, Deputi Direktur Managemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Regional 5 Sumbagut, serta para kaum milinial tersebut bertemakan “Pentingnya Kaum Milenial Mengenal Asuransi”.
Dalam kesempatan itu, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, pentingnya asuransi sebagai salah satu komponen pengelolaan keuangan serta memahami cara memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita.
“Karena ini merupakan tindaklanjut dari aturan kami dari OJK untuk melakukan edukasi dan tingkat literasi terhadap masyarakat,” terang Andi.
OJK selaku Legislator salah satunya melindungi masyarakat. Apalagi kata dia, Literasi kita baru 38 persen. “Tentunya ini angka yang masih diluar ekspektasi kita. Asuransi memang suatu prodak yang harus dipahami oleh kaum milenial. Ditingkat inklusi keuangan pada asuransi baru sekitar 13,6 persen. Potensi kita masih bersar dengan jumlah penduduk di indonesia,” ungkapnya.
Andi menerangkan bahwa salah satu prodak jasa keuangan yakni asuransi karena sudah memperoleh perlindungan dari jasa keunagan. Saat ini posisi industri keunagan di industri perasuransian sudah tumbuh dan naik. “Ini optimisme yang baik, termaksud prolehan premi 27 persen, artinya tumbuh dan claim juga tumbuh dari tahun kemarin. Apalagi ini terus mendapat pengawasna dari OJK,” kata dia.
Andi juga merinci, di sepanjang 2021 sebanyak 55 pengaduan soal asuransi. Dirinya mengaku bahwa permasalahannya terkait pengolahan claim. “Kita pelajari bahwa kekeliruannya karena konsumen tidak memahami sesuai perjanjian yang disepakati. Kedepan masyarakat benar-benar dibaca dan dipahami perjanjiannya, aplaagi mengenai legalitasnya harus dipahami agar menghindari kerugian,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk menyikapi pentingnya kaum milenial memahami asuransi, Vera Marpaung menegaskan bahwa untuk mengenal asuransi akan lebih baik jika dilakukan sejak dini. Sebab, acap kali generasi milenial (kelahiran 1983-2000) akrab dengan pertanyaan awal “kapan” (kapan menikah, kapan punya rumah, kapan menikah) tapi jarang ditanya kapan punya asuransi.
“Sekarang, makin cepat main baik, makin muda makin lebih baik lagi. Karen resiko kesehatan dan kematian masih rendah. Preminya masih murah,” sebutnya.
Alasan lainnya adalah, 51 persen yang dilakukan kaum milenial 51% dipakai untuk kebutuhan bulanan, dan 10,7% dipakai untuk tabungan atau investasinya. Prinsipnya banyak yang menggunakan YOLO (you only live once) atau uang hari ini dibuat untuk hari ini yang penting heppy, dan kebanyakan hal itu dilakukan kaum milenial.
“Kita harus punya Perencanaan keunagan, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Dalam perencanaan keuangan ini kita dituntut untuk progres. Pahami dulu beberapa prinsip. Harus tau mana kebutuhan prioritas atau mana kebutuhan untuk hidup,” tutur Vera.
Menurut Vera, perencaana keunagan itu harus diketahui dan memahaminya. Milikilah pola pikir yang baru yaitu, kalau punya uang sisihkan/ditabung dulu baru sisanya bisa dibelanjakan. Itulah perencanaan keuangan yang baik dan benar.
Vera menjabarkan, ada beberapa tips buat mengatur dan mengelola keuangan:
1. Buat alokasi pengeluaran/budgeting tipa buan, berapa yang dialokasikan dengan baik.
2. Membuat catatab pengeluaran, baik perhari, perbulan. Contoh, hari ini udah berpa uang yang dikeluarkan. Semuanya perlu dicatat dan setiap minggunya bisa dievaluasi. Kalau tidak baik, minggu depannya kita bisa kontro pengeluarna tidak berfaedah, jadi ada warning.
3. Lakukan, karena kalau eggak dilakukan sama aja bohong.
4. Hindari toxic dalam pertemanan, dan hindari ajakan2 yang tidak diperlukan atau mengeluarkan duit tidk berfaedah.
“Itu tipsnya. Dengan Budgeting yaitu Biaya Sosila, Tabungan dan Asuransi, Hutang (harus 30 persen dari pendapatan), Kebutuhan sehari-hari (maksimal 20%),” urainya.
Terakhir, Vera berpesan bahwa ada hal-hal yang harus kita tau tentang itu semua yaitu kita harus bisa membedakan kebutuhan dengan keinginan. “Bijaklah dalam berhutang. Konsisten dan disiplin, inilah hal yang paling penting. Lakukan sekarang, lakukan besok, lakukan selama-lamanya,” pesannya. (ASN)











