Kepsek dan Guru SMK Diharapkan Kolaborasi Laksanakan Program IKM

Share

Deli Serdang, ArmadaBerita.Com

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Beringin dan beberapa SMK lainnya di Kabupaten Deli Serdang serius mengikuti pelaksanaan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Hotel Gren Kuala Jalan Pendidikan No.03 Emplasmen Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jum’at (5/8/2022).

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi (IKM) bertajuk bantuan pemerintah program SMK pusat keunggulan tahun 2022. Skema lanjutan ini dilakukan sebagai upaya rencana pemerintah mempersiapkan dengan baik melalui kementerian pendidikan, kebudayaan, ristek dan teknologi.

Untuk di SMK Negeri 1 Beringin Pembelajaran implementasi kurikulum merdeka (IKM) masih dilaksanakan bagi kelas X dan XI mulai tahun ajaran baru tahun 2022/2023.

Kegiatan sosialisasi IKM ini difasilitasi oleh pihak sekolah SMK Negeri 1 Beringin bersama guru-guru selama satu hari dengan mengikuti 70 peserta dari guru-guru SMK Negeri 1 Beringin, dan kepala sekolah (Kepsek)/guru SMK Negeri 1 Pantai Labu, SMK Negeri 1 Tanjung Morawa dan SMKS Dharma Karya Beringin dan Kepsek/guru sekolah lain.

Pada kegiatan ini mewakili Dinas Pendidikan Sumut turut menghadirkan kepala bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Ichsanul Arifin Siregar SSTP, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Sumut, Agus Sinaga S.Pd SST. M.Pd, Kepsek SMK Negeri 1 Beringin Hj. Hafrida Hanum S.Pd. M.Pd, Wakil manajemen mutu Dipo Mahyani M.Par, para Kepsek serta guru-guru SMK Negeri 1 Beringin dan kepala sekolah/guru-guru SMK Negeri/swasta lainnya.

Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumut mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Sumut mengapresiasi kegiatan sosialisasi IKM. Untuk itu pihak sekolah yang melaksanakan IKM ini agar berkolaborasi untuk menentukan dan menyusun materi essensial, mendalam dan menyenangkan bukan hanya sampai modul ajar tetapi sampai ke bahan ajar.

“Para guru harus mengembangkan kompetensi dalam pemahaman Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan meningkatkan kemampuan kognitif, pedagang dan diagnosis holistik untuk peningkatan hardskill, softskill dan karakter peserta didik sesuai profil pelajar Pancasila,” jelas Kabid Pembinaan SMK Ichsanul Arifin.

Dalam sambutannya Kacabdis Lubuk Pakam Agus Sinaga mengatakan, IKM ini adalah salah satu program SMK pusat keunggulan lanjutan karena SMK Negeri 1 Beringin merupakan salah satu SMK Pusat Keunggulan yang telah ditetapkan oleh Ditjen Pendidikan Vokasional kemendikbudristek dan yang sudah menerapkan kurikulum Merdeka.

“Sosialisasi ini untuk memberikan penjelasan terkait bagaimana implementasi kurikulum merdeka serta bagaimana membuat perencanaan pembelajaran dengan membuat modul ajar,” ucapnya.

Diharapkannya dengan adanya kegiatan tersebut Kepala sekolah dan Guru sudah memahami bagaimana mempersiapkan dokumen perencanaan pembelajaran yaitu modul pembelajaran.

Dalam kesempatan ini, Kepala SMK Negeri 1 Beringin, mengatakan kesiapannya melaksanakan program pemerintah IKM. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang selama ini memang mengalami learning loss (kemunduran dalam proses belajar siswa) kendala yang disebabkan Pandemi Covid 19.

Oleh karena itu, dengan diadakannya sosialisasi kurikulum merdeka ini, Hj. Hafrida Hanum S.Pd. M.Pd berharap Implementasi Kurikulum Merdeka dapat terlaksana kepada guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi.

“Makanya para guru-guru SMK Negeri 1 Beringin dari sekarang dilatih. Sosialisasi ini diikuti dengan beberapa Kepsek yang lain, bahkan kurikulum merdeka ini mencerminkan 6 elemen profil pancasila,” tutur kepsek Hj Hafrida Hanum.

Maka dari itu, Hj. Hafrida Hanum mengatakan pihaknya mempersiapkan diri baik dari guru-gurunya dari sisi kesiapan belajar, kesiapan pendukung, maupun secara moral, akan berupaya untuk mendukung segala hal bagi kepentingan pendidikan yang lebih baik.

Di ujung akhir acara Wakil manajemen mutu SMK Negeri 1 Beringin Dipo Mahyani M.Par mengatakan, proses merdeka pembelajaran khususnya kepada siswa agar lebih memiliki kemampuan-kemampuan hard skill atau soft skill (keterampilan yang bisa dipelajari terukur, keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan).

“Sedangkan soft skil adalah (atribut pribadi/kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan apapun), kemampuan untuk menghadapi pembelajaran kurikulum merdeka kedepannya,” tutupnya. (Syafi’i hrp/Puput)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *