NEWS  

Wakapolda Sumut Kunjungi Korban Luka Bom Bunuh Diri

Share

MEDAN, ArmadaBerita.Com – Paca ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mako Mapolrestabes Medan, tepatnya di depan Gedung Bag Ops, Rabu (13/11) sekira jam 08.45 wib, menyebabkan 6 orang terluka. 4 diantaranya adalah polisi, 1 PHL, dan salah seorang masyarakat.

Beruntung ke enam korban hanya mengalami luka ringan. Pun begitu, keenam korban yang terdata masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim Medan.

Beberapa jam setelah menggelar rapat dengan petinggi TNI serta PJU Polrestabes dan Poldasu, Waka Polda Sumatera Utara, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto bersama Wakil Ketua Bhayangkari Sumut, Ny. Tasya Mardiaz, Kabid Humas Polda Sumut, Dansat Brimob Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Karumkit Bhayangkara Tk. II Medan, Pengurus Bhayangkari Daerah Sumut, Ketua Bhayangkari Cabang Medan beserta Pengurus, mengunjungi korban luka, Rabu (13/11) sekira jam 21.45 wib.

Kunjungan pertama terhadap, Kompol Abdul Mutolib yang menjabat sebagai Kasi Propam Polrestabes Medan. Kemudian keoada Kompol Sarponi sebagai Kasubbag Bin Ops Polretabes Medan, Aipda Deni Hamdani Staf Propam Polrestabes Medan, Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan, Richard Purba, selaku PHL Polrestabes Medan, serta Ikhwan Muliadi, dari masyarakat yang sedang mengurus SKCK.

Saat menjenguk, Wakapolda juga menanyakan tentang apa yang terjadi pada saat kejadian sebelum peristiwa peledakan yang dialami oleh para korban. Dan juga menanyakan luka yang dialami oleh para korban.

Sementara, Ibu Wakil Ketua Bhayangkari memberikan semangat kepada para isteri para korban serta memberikan Bunga dari Ketua Umum Bhayangkari Pusat dan santunan tali asih berupa sejumlah uang dan buah tangan.

Dimana, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, tewas. Enam orang menjadi korban luka. Empat diantaranya anggota Polisi dan dua masyarakat. Pelaku yang menggunakan atribut ojek online dan mengaku hendak mengurus SKCK, sempat digeledah polisi sebelum masuk Polrestabes Medan.

“Penggeledahan dilakukan karena gerak-geriknya mencurigakan. Saat itu, polisi meminta terduga pelaku membuka jaket dan tas ranselnya, namun tak ditemukan benda mencurigakan sehingga pria itu masuk ke dalam lingkungan Polrestabes,” terang Mardiaz.

Dikatakannya, Bom rakitan yang diledakkan di Mapolrestabes Medan terdiri atas sejumlah komponen seperti baterai, pelat besi juga paku. Material bom ini tersebar di depan kantin ruang pengurusan SKCK Mapolrestabes Medan.

Maka dari itu, Wakapolda juga menyampaikan bahwa Polda Sumatera Utara telah melakukan tindakan penggeledahan terhadap Rumah tersangka dan Rumah Mertua tersangka yang berada di Marelan, Wilkum Polsek Medan Belawan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap Guru mengaji yang selama ini memberikan pembelajaran terhadap tersangka.

“Intinya saya menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini kondisi Sumatera Utara khususnya Kota Medan dalam keadaan aman dan kondusif, namun Kepolisian akan tetap melakukan pengawasan dan pengamanan ketat terhadap lingkungan masyarakat yang rawan,” pungkasnya. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *