NEWS  

Viral Siswa MAN 1 Medan Korban Bullying 20 Orang Kakak Alumni

Foto korban perundungan terbaring di rumah sakit dan foto paling sudut kanan bawah yang disebutkan diduga pelaku. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Aksi perundungan atau bullying di dunia pendidikan atau sekolah masih kerap terjadi. Terkadang, aksi itu bukan hanya mencederai fisik bagi korban, namun juga menyebabkan trauma mendalam.

Kali ini aksi perundungan dialami salah satu siswa kelas 1 Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Medan. Aksi pembulian atau perundungan itu viral di media sosial (medsos) instagram setelah diposting oleh akun Syelina Djasmine pada, Jum’at (24/11/2023). Disitu ia menyatakan bahwa korban adalah adiknya. Postingan itu juga dibagikan ke beberapa medsos lainnya hingga menjadi viral.

Dalam postingannya, terlihat seorang remaja pria terbaring di rumah sakit dalam perawatan. Remaja pria tersebut adalah korban yang masih duduk di bangku sekolah MAN 1 Medan.

Ia juga menjelaskan bahwa adiknya itu diculik dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore oleh para pembully. Mereka memaksa adik korban memakan lumpur, menghisap sendal, makan daun dan ranting, serta minum air ludah para pelaku.

Bukan itu saja, akun tersebut juga mengatakan bahwa adiknya disiksa dengan cara ditendang, dipukul dan tangannya di sulut api rokok untuk diukir dari besi kunci sudah dipanaskan oleh api.

“Total pembully ada 20 orang,” tulis akun Syelina Djasmine sembari mengatakan tujuannya agar tidak ada lagi siswa lain yang merasakan kekejian para pelaku tak bermoral dan mengatakan kalau pelaku telah merusak mental adiknya.

Di hari yang sama, pemilik akun juga memposting foto remaja pria yang diduga salah satu pelakunya. Foto pria bertubuh gempal dan mengenakan kaos itu disebutkannya adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.

Prihal pembullian itu ternyata sudah diketahui pihak sekolah. Hal itu diutarakan Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd, M.PMat yang membenarkan kejadian perundungan itu. “Betul kejadiannya. Namun sementara ini detailnya masih ditelusuri dengan melibatkan siswa dan orang tua siswa yang diindikasikan terlibat,” sebut Reza kepada wartawan, Sabtu (25/11/2023).

Atas prihal tersebut, Reza meminta waktu agar pihaknya mendapatkan keterangan yang lengkap dari siswa dengan melibatkan orang tua siswa. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mendalami kejadian tersebut dengan meminta keterangan dari guru, wali kelas yang sedang bertugas pada kejadian itu.

“Kami sudah secara langsung melihat kondisi siswa yang bersangkutan. Kami memohon doa atas kesembuhan dari siswa yang mengalami kejadian yang tidak kita inginkan ini. Keterlibatan senior atau temannya masih kami telusuri,” jelasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *