NEWS  

Tenteng Klewang di Jalan, Remaja Putus Sekolah Diciduk Sebelum Serang Pelajar

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Seorang remaja pria ditangkap polisi saat akan melakukan penyerangan terhadap siswa dari sekolah Prayetna. Ironisnya, remaja yang masih berusia 18 tahun ini nekat menenteng sebuah Klewang di tengah jalan tak jauh dari sekolah Prayetna di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Sabtu (26/11/2022).

Remaja tersebut bernama M. Alfarizi alias MA, warga Jalan Bersama Medan Tembung yang sudah putus sekolah. Dari tangannya, polisi turut mengamankan 1 buah senjata tajam jenis klewang.

Kepada wartawan, MA mengaku mempersenjatai klewang untung menyerang komplotan dari Sekolah Prayetna yang salah satunya dengan panggilan ‘Mamang’. Sedangkan MA ikut ke dalam komplotan yang mengatasnamakan dari sekolah SMKN 9 Medan. “Kami mau menyerang mereka karena ada kawan kami yang dipukul oleh Mamang,” aku MA yang terduduk dengan kedua tangan diborgol di halaman Mapolrestabes Medan, Minggu (27/11/2022) sore.

Namun ironisnya, MA mengaku tidak tau menau perselisihan keduanya. Dia hanya diajak temannya yang bernama, MR alias Rizky yang tinggalnya juga di kawasan Jalan Bersama. “Aku diajak Rizky. Yang dipukul itu teman si Rizky. Kalau Mamang itu juga nggak sekolah, tapi kawan-kawannya anak sekolah,” sebutnya.

“Kami belum sempat menyerang. Sewaktu menenteng klewang di jalan, aku ditangkap warga,” bilang MA.

Beberapa jenis senjata tajam yang digunakan para remaja melakukan tawuran. (ASN)

Selain MA, pihak personel Polrestabes Medan dan beberapa Polsek juga mengamankan beberapa orang pelajar yang diduga kuat melakukan aksi tauwaran. Bahkan beberapa orang diantaranya adalah pelaku pembacokan terhadap korbannya, Eko Farid alias Farid. Korban tewas dibacok setelah diserang dari tawuran yang terjadi di SPBU Jalan Sumarsono Medan pada Jum’at (25/11/2022) bertepatan pada Hari Guru Nasional.

“Jadi selain kasus remaja membawa klewang yang diamankan Polsek Percut, kita juga mengamankan 5 pelajar tawuran yang menyebabkan siswa sekolah dari lawannya bernama Farid meninggal dunia akibat dibacok,” papar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda kepada sejumlah wartawan.

Dalam mengungkap kasus tawuran antar pelajar tersebut, polisi turut menyita barang bukti seperti celurit, klewang, pisau, pemukul basebal, dan lainnya.

Untuk kasus tauwaran di Jalan Kapten Sumarsono yang menyebabkan salah seorang pelajar meninggal dunia, petugas gabungan dari Polsek Sunggal, dan Polrestabes Medan mengaku akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya selain dari 5 orang yang telah diamankan.

“Para pelajar ini kini masih dalam pemeriksaan. Untuk pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Kombes Pol Valentino sembari menjelaskan kalau beberapa orang pelajar yang diamankan ada tergabung di genk motor SL atau Simple Life yang terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *