Biru-Biru, ArmadaBerita.Com
Dituding merugikan warga, puluhan warga mendatangi proyek pembangun Bendungan Lau Smeme di Desa Rumah Gerat, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jum’at (10/4/2020) pagi.
Selain puluhan warga, ikut juga Forum Komunikasi Mahasiswa Deli Serdang (Forkomdes) dan Ketua Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Biru-biru, Irwan Fransiscus Tarigan Spd beserta unsur pengurus.
Sampai di lokasi proyek, tampak pihak keamanan scurity yang berjumlah dua orang berjaga didepan gerbang dan oknum TNI berpkaian lengkap menjaga proyek tersebut.
Kedatangan mereka ingin menjumpai PT. WIKA, yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengerjakan proyek Bendungan Lau Smeme. Akibat pengerjaan proyek tersebut banyak sebagian warga yang merasa dirugikan.
Diantaranya, apabila hujan datang rumah warga yang biasanya tidak banjir sekarang ini banjir. Itu diakibatkan oleh tidak adanya drainase di kawasan Dusun II dan Dusun III, Desa Rumah Gerat, Kecamatan Biru-biru.
“Kami sudah mendatangi pihak proyek agar dibuatkan drainase untuk pembunagan air apabila hujan, dan perbaikan jalan rusak,” sebut Prasetuyo Budiman, dari Forum Komunikasi Mahasiswa Deli Serdang (Forkomdes) didampingi warga lainnya, saat diwawancarai wartawan.
Mereka (warga_red), sudah pernah mengajukan kepada pihak pengerjaan proyek, agar dibuatkan drainase dan pihak proyek berjanji akan membuatnya. Namun sudah berjalan dua tahun pengerjaan Bendungan Lau Smeme. Apa yang di harapkan warga sampai sekarang tidak terealisasi.
Selain itu kata Prasetiyo, banyak rumah warga yang retak akibat getaran yang di timbulkan oleh pengerjaan proyek Bendungan Lau Smeme. Lagi-lagi pihak proyek enggan tidak mau tahu (alias tutup mata). Warga juga pernah menagih janji, akan tetapi tidak pernah direalisasikan.
Begitu juga dengan sawah warga, apabila hujan turun lumpur yang diduga dari proyek Bendungan Lau Smeme, langsung merusak sawah milik warga dan mengakibatkan gagal panen.
“Warga hanya meminta janji pihak PT. WIKA, selaku pengerjaan proyek Bendungan Lau Smeme, untuk segera memperbaiki apa yang pernah diminta oleh masyarakat,” terang aktivis mahasiswa Lingkungan hidup ini.

Dirinya juga meyayangkan banyak pengaduan masyarakat terhadap pihak proyek yang tidak pernah di respon sampai saat ini.
“Ada juga warga yang memelihara ikan di kolamnya, akibat proyek raksasa itu, ternak mereka banyak yang mati dan gagal panen,” tukasnya.
Tak lama kemudian pihak Kepolisian Sektor Biru-biru, yang diwakiki oleh Kanit Intel dan Kanit Binmas mempertanyakan surat untuk melakukan pertemuan kepada pihak proyek Bendungan Lau Smeme. Pertanyaan itu langsung di respon oleh pihak mahasiswa dan mengatakan telah membeikan surat.
“Surat itu sudah kami sampaikan kepada pihak Kepolisian Sektor Biru-biru, pada Senin (6/4/2020) kemarin,” ucap Prasetiyo Budiman.
Pihak Kepolisian Sektor Biru-biru pun berjanji akan mempasilitasi pertemuan masyarakat dan pihak proyek Bendungan Lau Smeme, pada Senin (13/4/2020) mendatang.
“Terima Kasih kami ucapkan kepada pihak Kepolisian yang akan mempertemukan masyarakat dalam waktu dekat ini,” sambung Prastiyo.
Hal senada juga di katakan Ketua IPK Biru-biru, Irwan Fransiscus Tarigan Spd, dirinya juga meminta kepada pihak proyek Bendungan Lau Smeme agar segera melaksanakan apa yang sudah diminta oleh masyarakat untuk pembuatan drainase dan lainnya.
“Kita sebagai Organisasi Kepemudaan di Kecamatan Biru-biru, meminta kepada pihak proyek untuk merealisasikan apa yang pernah diminta masyarakat,” cetus Irwan Fransiscus Tarigan.
Salah seorang warga bernama Persadaan Sembiring, mengatakan, akibat proyek tersebut rumah warga sering kebanjiran apabila hujan turun. Itu di akibatkan tidak adanya drainase tempat penyaluran air.
“Kami warga disini berharap pihak proyek agar membuatkan drainase yang pernah mereka janjikan kepada masyarakat,” beber Persadaan Sembiring yang diaminkan warga lainnya.
Sementara salah pihak proyek Bendungan Lau Smeme, ketika akan di konfirmasi di lokasi, langsung buang badan dan masuk kedalam mobil Nissan Gran Livina warna putih dengan Nomor Polisi D 1623 AEY dan mengaku sebagai supleyer di dalam proyek tersebut.
“Saya hanya suplayer disini dan hanya mengantarkan sembako,” ucap pria berkaca mata sambil masuk ke dalam mobil. (Wandi)











