Siantar, ArmadaBerita.Com
Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, berziarah salah satu yang sampai hari ini seperti tradisi bagi umat muslim di Indonesia. Biasanya, ziarah kubur dilakukan beberapa hari sebelum masuk Ramadhan pada malamnya dan puncak keramaian biasanya di pada H-1 sampai H-3.
Meski masih jauh hari, untuk menyambut bulan puasa, sebagian warga mulai terlihat ramai mengunjungi tempat pemakaman Umum (TPU). Misalnya TPU Simpang Mayat Jalan Bali dan TPU yang berada di Jalan Panei, Kota Pematang Siantar, Sabtu (11/3/2023).
Adanya para peziara, ternyata menjadi ladang rezeki terhadap penjual bunga. Mereka pun mendapat keuntungan lebih dari hari-hari biasa.
Selain menjual beberapa jenis bunga, mereka juga ikut menyediakan air mawar yang sudah dikemas di dalam botol aqua.
Sri (46), salah satu pedagang bunga musiman di Pasar Horas mengatakan, dirinya menjual bunga sudah menahun.
“Mau dekat Puasa, jadi sudah mulai banyak pembeli berdatangan. Apalagi mereka pas saya tanya, semua dari luar Siantar, datang kemari ziarah tempat keluarga,” ucap Sri.
Dikatakan Sri, Bunga tabur khusus ziarah yang dijualnya seharga Rp 7 ribu hingga sampai yang paling mahal Rp 25 ribu.
“Bervariasi, ada yang paling mahal itu jenis Aster Putih. Adapun yang murah jenis mawar dan sedap malam,” ucapnya, Sabtu (11/3/2023) siang pukul 14.00 WIB.
Bulan Puasa ini kata Sri, keuntungan dagangannya lumayan untuk menambah ekonomi kebutuhan rumah tangganya.
Masih kata Sri, bunga yang dijualnya tersebut, dibeli dari para agen di Kota Kaban Jahe, Sumatera Utara.
Untuk perawatannya lanjut Sri, lumayan sulit, serta butuh penanganan yang tepat agar kondisi bunga dapat selalu bertahan hidup sampai seminggu kemudian.
“Ambil dari agen, untung-untung Rp 3 ribu lumayan buat tambah dapur. Kalau ada bunga yang tidak laku, itu aku simpan dan rawat lagi dirumah. Perawatannya juga harus ekstra, perlu penanganan kusus lah biar dia tidak layu supaya bisa dijual lagi,” tuturnya.
Sementara, pantauan wartawan di TPU Simpang Mayat Jalan Bali, adapun peziarah mengaku datang dari Kota Aceh.
Mereka datang untuk mengirimkan doa dan membersihkan makam keluarganya. Selain dari Aceh, ada juga yang datang dari Kota Jakarta dan Jawa Timur.
Abdi Siagian (30), salah seorang peziarah asal Kota Jakarta mengatakan, setiap tahun dirinya pulang ke Siantar yang tak lain kerumah ibu mertuanya.
Saya dari kota Jakarta, dapat istri orang siantar sini. Jadi saya kesini mau ziarah malam saudara kandung istri saya,” pungkas Abdi singkat.
Hingga kini, warga umat muslim terlihat masih terus berdatangan. Dari sejumlah warga, mereka memiliki rombongan untuk menaburkan sejumlah bunga. (Hay)










