NEWS  

Pembunuh Remaja 16 Tahun di Jembatan Laud Dendang Ditangkap Saat Membuat Laporan Polisi

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Pejabat Sementara (PS) Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja menyebut, penangkapan tersangka pembunuh remaja berusia 16 tahun di atas jembatan tol Jalan Perhubungan, Desa Laud Dendang, Kecamatan Sei Tuan, Deli Serdang, Kota Medan, terungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi dari rekan korban.

Ditambah lagi, dengan kedatangan tersangka, Julianto alias Anto Doer (46) ke Polsek Percut Sei Tuan, Minggu (19/7/2020) pagi.

Ia melaporkan karena terkena serangan anak panah di paha kirinya saat terjadi bentrokan antar genk motor di lokasi kejadian, Simpang Karto/PWI, Jalan Perhubungan Desa Laud Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Paginya dia datang karena mengaku sebagai korban. Cuma disitu kita sudah curiga, jadi setelah kita tanya-tanyai, besoknya, Senin (20/7/2020) siang, kita suruh datang lagi, disitulah kita periksa dan amankan. Jadi kita amankan di Polsek Percut,” ungkap AKP Ricky, saat menggelar pres realise tersebut di halaman Mapolsek Percut Sei Tuan, Selasa (21/7/2020) siang.

Polisi kemudian menghadirkan para saksi di lokasi termaksud rekan korban. “Nah disitu ditunjukkan ke saksi wajah tersangka memang benar dia (Anto Doer) yang saat itu membawa samurai dan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja Warior warna merah,” jelasnya.

Setelah dipertemukan, Anto Doer  pun mengakui perbuatannya. Ia mengaku kesal karena ulah para kelompok genk motor yang kerap tauran di lokasi Jalan Perhubungan, Desa Laud Dendang yang merupakan kawasan tempat tinggalnya. Selain itu, dirinya juga terkena anak panah akibat perseteruan kelompok genk motor tersebut.

“Jadi, ini awal permasalahannya karena kelompok genk motor yang saling serang hingga melibatkan masyarakat sekitar. Ada 6 kelompok genk motor disana yakni Neleng, SL dan lainnya,” terang Kapolsek Percut Sei Tuan.

Dalam aksi pembunuhan terhadap, Ricart Kesuma (16) warga Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan tersebut, polisi juga mengamankan samurai milik pelaku, beberapa anak panah yang terbuat dari paku besi, serta satu unit sepeda motor yang hangus milik salah satu anggota genk motor yang telah hangus dibakar oleh massa.

Sementara, Anto Doer dihadapan petugas dengan tegas mengakui aksi pembunuhan itu dilakukannya seorang diri. Bahkan dirinya mengaku menghunuskan senjata samurai yang sering dibawanya itu dalam kondisi mabuk.

“Saya sendiri yang menikam korban. Mereka sudah sering kali meresahkan masyarakat dengan tauran di kampung kami. Saya gak tau kalau mereka anak-anak, lagian kejadiannya malam. Memang pas kejadian saya lagi mabuk alkohol,” akunya. (Nst/Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *