Medan, Armadaberita.com – Noveria Nduru, seorang ibu berusia 29 tahun dari desa Bawesaoloo, Baweluo, Kecamatan O’ Ou, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, bersama keluarganya mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Medan. Mereka hendak mengambil ketiga anaknya yang dititipkan di Panti Asuhan Pelita Pelangi Kasih tanpa seizin keluarga.
Noveria mengatakan, ia terpaksa menitipkan tiga anaknya di Yayasan Panti Asuhan Pelita Pelangi Kasih di Jalan Rakyat Pelita VI Sidorame Timur, Medan Perjuangan pada Kamis, 20 Juli 2023 lalu, karena keluarganya sedang mengalami himpitan ekonomi di kampung halamannya di Nias Selatan. Selain terbelit masalah finansial yang sedang sulit-sulitnya, Noveria juga harus menghadapi kenyataan pahit urusan rumah tangga dengan suaminya. Sudah enam bulan suaminya, Yobeti Buulolo merantau ke Aceh, dan selama itu pula ia tidak pernah lagi mengirimkan uang sehingga Noveria dan anak-anaknya kerap kurang makan.
Lantaran tidak kuat menghadapi belitan ekonomi ini, Noveria pun berpikiran pendek. Ia kemudian nekat membawa anak-anaknya ke Medan lalu menitipkan ketiga anaknya di panti asuhan. Setelah ketiga anaknya berada di Panti Asuhan selama dua hari, Noveria menghubungi keluarganya di Deli Serdang dan meminta mereka menjemputnya.
Namun, pihak keluarganya marah dan menegur Noveria karena dianggap tidak bertanggung jawabnya terhadap anak-anak karena nekat menitipkan anaknya ke panti asuhan. Pimpinan Panti Asuhan kemudian menyatakan bahwa ketiga anaknya bisa diserahkan kembali ke Noveria asalnya mereka bersedia menandatangi surat perjanjian.
Akhirnya, setelah didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Medan yang diwakili oleh Ibu Deli Marpaung, pihak keluarga Noveria dan Panti Asuhan mencapai kesepakatan bahwa keluarga harus membayar tiga juta rupiah sebagai biaya untuk mengambil kembali ketiga anaknya.
Setelah menandatangani surat perjanjian dan membayar uang sesuai kesepakatan, Noveria pun bisa memboyong ketiga anaknya pulang. Noveria dan ketiga anaknya saat ini masih di rumah keluarganya, karena belum memiliki dana untuk ongkos transportasi pulang kampung ke Nias Selatan.
Dan meskipun Noveria telah mendapatkan kembali ketiga anaknya, namun persoalan himpitan ekonomi yang masih belum selesai adalah kenyataan pahit yang harus ia hadapi selanjutnya. (Dedy Hutajulu)










