Medan, ArmadaBerita.Com
Sungguh tragis dan sangat memilukan, seorang warga yang tinggal di Jalan Jamin Ginting, Gang Sahabat lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Korban nekat mengambil jalan pintas itu diduga karena tak kuasa menanggung beban hidup ditengah ekonomi yang kocar-kacir disaat covid 19 melanda.
Peristiwa itu diketahui oleh warga setelah melihat korban dalam posisi tergantung di kamar mandi kos-kosannya dengan menggunakan seutas kain sarung, Sabtu (18/6/2020) sekira pukul 15.00 WIB.
Pria malang tersebut bernama M Anwar, warga Medan Labuhan. Anwar ditemukan tergantung oleh isterinya bersama warga sekitar.
Menurut Sri Ramadhani (46) istri almarhum, awalnya dirinya masih bersama Anwar sekira pukul 12.30 WIB dirumahnya, namun sebelum kejadian, ia keluar rumah untuk mencari pinjaman uang dengan temannya untuk membayar uang sewa kos-kosan yang telah nunggak beberapa bulan.
“Tadi aku dan suami masih sama-sama berada di rumah. Suamiku masih sempat kulihat sholat Dzuhur. Setekah itu aku keluar rumah, untuk cari pinjaman uang sama kawan buat bayar uang kos yang udah nunggak,” kata istri almarhum.
Sesampainya di rumah, terang Sri, ia melihat pintu rumahnya dalam keadaan terkunci. Sri pun berulang-ulang memanggil dari luar, namun suami nya itu tak juga menjawab. Begitu pun saat diintipnya dari jendela, almarhum tak kelihatan.
“Karena gak ada sahutan, perasahanku sudah mulai gak enak. Akhirnya ku ajak tetanggaku untuk mendobrak pintu rumah,” bebernya.
Saat pintu trbuka, Sri langsung terguncang setelah melihat suaminya sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung di kamar mandi rumahnya menggunakan kain sarung.
“Aku tak menyangka kok kayak gini jadinya, padahal tadi katanya dia lapar, jadi sambil pulang kubelikan dia nasi bungkus. Tadi pagi pun dia cuma makan roti. Kemarin dia ada cerita samaku, dan dia merasa sedih sebab tak dapat bantuan beras dari pemerintah, ditengah Covid 19,” kenang Sri sambil meneteskan air mata.
Sri bercerita kalau dia baru menikah tiga bulan dengan Anwar. Sebelumnya, Anwar bekerja sebagai juru parkir di seputaran pajak USU dan ia berjualan disana. Namun beberapa bulan belakangan ini, Anwar tak lagi bekerja.
Untuk membantu kehidupan ekonomi keluarga, Sri ikut ibunya berjualan di Pajak kampus USU.
Sri menduga kalau suaminya itu merasa putus asa dan tertekan akibat masalah ekonomi dan tak bisa melunasi biaya rumah kos.
“Kami biasanya bayar uang kos tanggal 10, tapi ini udah lewat tanggal. Jadi kami merasa tak enak sama pemilik rumah sewa,” ungkap Sri.
Padahal, lanjut Sri, ia dan suaminya itu berencana akan pergi ke kota Batam untuk mengadu nasib.
“T karena tak punya uang, niat itu kami tunda. Belum lagi biaya ngurus surat bebas covid-19, kan kalau naek pesawat harus ada surat itu,” tutur wanita berhijab ini meratapi jasad suaminya.
Tak beberapa, personil Polisi dari Polsek Medan Baru pun tiba di lokasi bersama tim Inafis Polrestabes Medan untuk melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Polda Sumut guna dilakukan dioutopsi.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Aris Wibowo yang baru melakukan serah-terima jabatan di Polrestabes Medan saat dikonfirmasi akan kejadian ini mengaku belum mengetahui kejadian ini. Namun ia akan mengecek laporan ini.
“Sabar ya bang, baru Sertijab, nanti saya tanya dulu sama Angggota atau coba tanya ke Kanit dulu ya,” ucap Kapolsek. (Yanto)










