NEWS  

Lagi Pasang Spanduk, Hari Susilo Tergantung Tersengat Listrik di Papan Reklame

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Warga dan pengguna jalan di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan dihebohkan dengan adanya seorang pria tergeletak dan tergantung di atas papan reklame yang baru di pasang di persimpangan Jalan Selamat Ketaren persisnya Simpang UNIMED, Sabtu (17/12/2022) pagi.

Usut punya usut, ternyata beberapa rekannya yang dibawah menyebutkan bahwa temannya di atas bernama, Hari Susilo (34) warga Jalan Utama Gang Amanah Dsn X Kelurahan Helvetia Kecamatan Labuhan Deli yang tersengat listrik saat berada di atas papan reklame. Mereka adalah petugas pemasangan reklame tersebut.

Korban diduga kuat tersenggol kabel listrik yang terkelupas hingga hampir seluruh tubuhnya terdengar listrik dan lemas tak bergerak di atas.

Melihat itu, Mahyarudin Saragi selaku rekannya panik. Warga disana pun jadi heboh. Tak lama, petugas PLN dan personel kepolisian yang menerima informasi itu meluncur ke lokasi dan berhasil mengevaluasi korban turun dari atas.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M. Agustiawan melalui Kanit Reskrimnya Iptu J. Simamora yang turun ke lokasi menjelaskan korban mengalami luka sengatan listrik di beberapa bagian tubuhnya.

“Korban masih sadar dan mengalami luka sobek di telapak tangan kanan, luka bakar di leher belakang, selangkangan, lutut, paha kiri, betis kanan dan kiri, serta pipi dan dada memar,” kata Iptu J. Simamora.

Usai menurunkan korban dan melakukan olah TKP, personel kepolisian bersama tim Inafis dari Polrestabes Medan mengevakuasi korban ke RS Haji Medan untuk dilakukan pengobatan.

“Jadi menurut keterangan saksi pada saat korban dan rekannya Mahyarudin Saragi melakukan pemasangan spanduk pada bagian atas, korban menyentuh kabel yang terkelupas dan kemudian tersengat listrik yang menyebabkan korban tergantung dengan posisi duduk dibesi papan reklame dan kemudian arus listrik disekitar tempat tersebut mati,” jelas Iptu J. Simamora.

Saat ini, korban masih dalam perawatan intensif di RS Haji Medan. “Korban dan saksi merupakan pekerja panggilan untuk pemasangan spanduk,” terangnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *