Medan, ArmadaBerita.Com
Warga Jalan Letda Sujono, Kecamatan Media Tembung, Kota Medan, Sabtu (15/8) sore mendadak heboh.
Pasalnya, seorang pria berjaket hijau bertuliskan Gojek tiba-tiba kejang-kejang ketika berhenti bersama penumpangnya di dekat Lampu Merah Aksara, persisnya di depan toko Baju, Kecamatan Medan Tembung.
Hal itu sontak membuat, Yuli Novelia (27) warga Jalan Sempurna, Dusun II Mawar, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan yang menjadi penumpangnya, syok dan ketakutan.
Warga pun berkeruman dan tak tau harus berbuat apa. Sebab, banyak yang takut untuk di massa Covid-19. Namun sebahagian warga dan penumpang tadi berupaya membantunya dan mencoba mencari tau, serta menghubungi keluarganya.
Peristiwa yang sempat menghebohkan warga dan pengguna jalan disitu akhirnya diketahui polisi. Tak lama keluarga korban pun datang. Bersama Personel Polsek Percut Sei Tuan, lalu membawa korban yang tubuhnya nyaris tak bergerak lagi itu ke RS Mitra Medica di Tembung.
Tak berapa lama ditangani tim medis, pria yang bekerja sebagai ojek online dan bernama, Riki ini akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Pejabat Sementara Polsek Percut Sei Tuan, melalui Kasi Humasnya, Aiptu Basyra Mansah kepada wartawan menjelaskan berdasarkan informasi dari keluarga almarhum, korban diduga meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya.
“Korban merupakan supir Gojek beralamat tinggal di Jalan Sempurna, Dusun II Mawar, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan,” kata Aiptu Basyra Mansah.
Sebelum meninggal, terang Kasi Humas Polsek Percut, sore sekira jam 15.30 wib, korban yang merupakan supir Gojek membawa penumpang seorang wanita dengan tujuan ke Jalan Madong Lubis Medan.
Namun, sambung Basyra, sesampainya di Jalan Letda Sujono di dekat lampu merah Aksara tepatnya di toko penjualan baju, korban mengatakan pada penumpangnya untuk meminta berhenti sebentar. Disitu, penumpangnya tadi mengakui melihat kondisi korban kurang sehat, sehingga ia menyesetujui untuk berhenti sejenak.
“Rupanya saat berhenti, korban langsung kejang-kejang, saksi dan warga sekitar berusaha memberi pertolongan dan menghubungi keluarga korban, kemudian petugas Pawas kita dan orangtua korban yang datang membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.
Namun takdir berkata lain, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Menurut keterangan dari orangtua korban, bahwasa anaknya itu ada mengalami penyakit jantung, dan orangtua korban tidak ada merasa keberatan dengan membuat pernyataan untuk tidak di otopsi,” jelas Basyra Mansah mengakhiri. (Nst)










