Medan, ArmadaBerita.Com
Kawanan maling spesialis bongkar rumah kembali beraksi di kawasan Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jum’at (12/6/2020) sekitar pukul 04.00 WIB.
Rawannya maling dikawasan itu, diduga dikarenakan kondisi perkampungan yang sepi dan masih banyaknya sawah dan perladangan.
Kali ini, aksi keganasan maling berhasil membongkar rumah Alex G (46) di Jalan Sopoyono, Dusun XVIII, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kawanan maling yang diduga lebih dari satu orang itu membobol rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar milik anaknya yang bernama, D. Ala Faiz (22), seusai Alex G bersama anaknya (D. Ala Faiz) berangkat kerja ke pajak Cemara, Desa Sampali pada Jum’at (12/6/2020) sekira pukul 02.30 WIB.
Diduga kawanan maling datang setelah bapak dan anak itu pergi meninggalkan rumahnya, dan para pelaku datang ke teras rumah lalu membuka jendela yang bersebelahan dengan pintu di teras setelah terlebih dahulu mematikan lampu di teras rumah itu.
“Pelakunya pakai kursi di teras lalu naik untuk memutar bola lampu supaya mati. Bekas tapak kaki berlumpur juga masih melekat di kursi itu,” sebut, Alex G saat menemani anaknya membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan, Jum’at (12/6/2020) sore.
Dengan menggunakan galah berpaku, pelaku berhasil mengait dan menarik lemari kecil di kamar Faiz. Kemudian untuk tas yang berada jauh digapai tangan dari jendela, para pelaku menggunakan galah tersebut untuk mengambilnya.
“Ketahuannya jam 10 pagi, saat mama saya lagi bersih-bersih dan di lihat kamar saya sudah berantakan,” kata Faiz usai membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan, Jum’at (12/6) malam, dengan bukti laporan polisi Nomor: STTLP/1275/VI/2020/SPKT PERCUT SEI TUAN.
Akibat kejadian itu, kawanan maling yang diduga lebih dari satu orang, berhasil menggasak 10 gram cincin emas, 10 gram egalng emas, jam tangan merk Apple, rokok elektrik merk Hexon, 1 buah dompet berisikan SIM, ATM BCA, serta beberapa jaket dan pakaian bermerk dari lemari korban.
“Bahkan beberapa burung peliharaan dan dua ekor ayam milik kami juga diambil pelakunya. Saya fikir pelakunya lebih dari 1 orang,” ujar korban.
Atas kejadian itu, korban mengaku merugi yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Korban pun berharap sekiranya Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan, bisa mngusut dan mengungkap kawanan maling dikawasan tempat tinggalnya.
“Kerugian sekitar Rp 24 jutaan. Mudah-mudahan dengan laporan kami ini polisi bisa mengungkap dan menangkap pelakunya, sehingga kawasan tempat tinggal kami bisa aman dari kawanan maling,” harap korban. (Nst)










