Medan, ArmadaBerita.Com
Sat Reskrim Polrestabes Medan akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Junaidi. Pria 62 tahun itu ternyata supir Angkot (angkutan kota) Rahayu 53.
Pria yang tinggal di Jalan Mayor, Comp. SD N 94 Medan, Kecamatan Medan Barat Kota Medan itu rupanya dibatai temannya sendiri sesama supir Angkot hingga tewas. Setelah itu jasad korban dibuang dan ditemukan warga di pinggiran parit, Jalan Peringgan, Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Senin (5/4) pagi kemarin.
Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan itu setelah mengidentifikasi identitas korban yang sempat tak dikenali warga di TKP. Usah mengetahui bahwa korban adalah Junaidi, akhirnya polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termaksud keterangan pihak keluarga.
Esoknya, sekitar pukul 16.00 WIB, polisi berhasil meringkus pelakunya. Pelaku adalah teman korban sesama supir Angkutan Umum (Angkot) 53 berinisial, FAA (41) warga Jalan Jermal 7, Kecamatan Medan Denai.
“Setelah mengidentifikasi identitas pelakunya lalu kita temui keluarga korban dan di situ keluarga korban cerita kalau supir 1 atau kernet korban yang bernama, FAA baru menyerahkan HP milik korban,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Rico Sunarko saat menggelar press rilise kasus pembunuhan itu di halaman Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4) sore.
Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan pencarian dan berhasil meringkus Fadilah Aidil Putra dari kawasan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat. “Dalam tempo 6 jam dari kejadian itu, pelaku kita amankan dan mengakui pembunuhan itu. Motifnya sakit hati,” ungkap Kombes Pol Rico.
Ditangkapnya pelaku membuat kasus ini terang benderang. Ternyata pelaku nekat membunuh korban karena kesal sering dimaki dan kerap diberi gaji Rp 20 ribu dalam sehari. Padahal selama ini dia mengaku memperoleh Rp 70 ribu per hari.
“Saya supir 2 bang, kalau korban supir 1 dan korban yang punya Angkotnya. Saya baru dua minggu kerja sama dia. sebelumnya saya nyupiri sama toke yang berbeda dan gajinya tetap Rp 70 ribu. Tapi belakangan ini korban sering ngasih Rp 20 ribu,” kilah pelaku dihadapan wartawan.
Puncaknya saat keduanya terlibat cekcok di Jalan Yos Sudarso, tak begitu jauh dari kawasan Simpang Kantor, Kecamatan Medan Barat, pada Senin (5/4) sekira pukul 02.00 WIB. Disitulah pembunuhan terjadi.
“Kami ribut mulut soal gaji aku dan soal aku menunggu dia lama sementara aku disuruh memperbaiki Angkotnya yang rusak. Dia melempar rokok ke arahku. Lalu aku ambil batu yang biasa untuk ganjal ban dan memukul ke arah kepala dan pelipisnya,” aku pelaku.
Selama ini, beber korban lagi, ia selalu ikut mengantarkan box ikan menggunakan Angkot dari kawasan Belawan. “Selama itu pun uang hasil mengantarkan langganan ikan itu untuk dia, nak ada aku dikasih,” bebernya.
Dari cekcok itu, pelaku mengaku menghantamkan batu Batako berukuran besar itu sebanyak 5 kali hingga membuat pendarahan di wajah dan kepala korban. Seketika itu juga korban jatuh tak berdaya. Diduga korban telah meninggal dunia.
Selanjutnya, pelaku membawa jasad korban menggunakan Angkot milik korban ke Arah Kecamatan Percut Deli Tuan. Tepatnya di Jalan Pringgan, di lokasi semak dekat parit, Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah, jasad korban yang masih berlumuran darah dibuang ke TKP. “Dari Jalan Yos Sudarso saya bawa mayat korban ke TKP dan sampai di TKP itu subuh,” ungkap pelaku.
Setelah itu, pelaku membawa angkot itu ke kawasan Jalan Pancing. Di situ ia mempreteli mesin Angkot untuk dijual. Sedangkan Ban Serep disimpan di sebuah gudang. “Mesin itu saya jual di Gudang Botot dikawasan Tembung seharga Rp 500 ribu. Uangnya sudah disita polisi,” sebutnya.
Meski ditangkap tanpa adanya perlawanan, namun polisi berdalih kalau pelaku mencoba melawan saat dilakukan pengembangan. Sehingga pelaku ditembak di kedua kakinya.
“Keterangan tersangka karena merasa jengkel dan sering dimarahi pada saat angkot bocor ban, pada saat korban pergi mengantarkan barang dan korban melepas ban, pelaku memukul batu di kepala. Kemudian tersangka menjual mesin dijual Angkot itu dan saat ini masih kita kejar penadahnya,” jelas Kapolrestabes Medan. (ASN/Red)











