NEWS  

Judi Tembak Ikan Bebas Beroprasi di Tengah Kota Medan, Ada Apa dengan Polsek Medan Timur?

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Lapak perjudian jenis Tembak Ikan yang biasa ramai di kawasan pinggiran kota kini telah merambah hingga ke tengah Kota Medan. Tak pelak, bisnis yang menjanjikan omset ratusan juta per hari ini digemari pebisnis hitam. Kali ini, para cukong bisnis haram sudah memperluas wilayahnya di tengah kota Medan yani di kawasan Rel Kreta Api Jalan Merak Jingga.

Ironisnya, keberadaan lapak judi jelas-jelas ilegal ini berada di kawasan hukum Polsek Medan Timur dan berdekatan dengan Hotel JW Marriott serta Pos Sabhara Polrestabes Medan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat, Ada Apa dengan Polsek Medan Timur?

“Heran kami memang sama aparat penegak hukum (APH) kita sekarang, kenapa ya? Apa memang sengaja dipelihara?” ketus salahs eornag warga bertanya-tanya.

Meski lokasinya strategis dan dekat dengan pusat keamanan, namun aktivitas perjudian yang diduga kuat dikelola pria berinisial DS alias Situmorang, tak tersentuh hukum.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar, saat dikonfirmasi terkait keberadaan judi di wilayah hukumnya, Rabu (11/6/2025) sore, tidak memberikan jawaban. Begitu pun dengan Kanit Reskrimnya. Bahkan ditanya apakah ada dugaan oknum Polsek Medan Timur yang ikut berperan atau diduga membekingi usaha judi tersebut, Kapolsek yang tidak merespon dan memberi tanggapan. Sikap ini lah yang semakin menimbulkan pertanyaan warga kepada Polsek Medan Timur.

Padahal, masyarakat setempat telah melaporkan gangguan akibat tempat perjudian itu, termasuk keributan dan aktivitas mencurigakan di malam hari.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah melaporkan hal ini ke Polsek Medan Timur, namun hingga kini tidak ada tindakan tegas

Padahal diketahui bahwa lokasi perjudian ini mencuri perhatian karena beroperasi di area yang seharusnya mudah diawasi yakni hanya 500 meter dari Hotel JW Marriott, objek vital pariwisata Kota Medan. Kemudian, berdekatan dengan pos Sabhara Polrestabes Medan, yang seharusnya menjadi titik pengamanan ekstra.

Dalam hal ini, warga berencana akan menggalang suara khusunya para tokoh agama untuk menolak keberadaan judi tersebut. “Rencananya jika tidak ditindaklanjuti oleh Polsek Medan Timur kami akan mengumpulkan massa dan berdemo di Polsek Medan Timur dan Polrestabes Medan. Kami juga berencana menyurati bapak Wali Kota Medan,” ucap Ali salah seorang warga. (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *