Deli Serdang, ArmadaBerita.Com
Nasib naas menimpa, Balajinama Lase (36) warga Desa Sumbul, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Suamtera Utara. Niatnya bergotong royong bersama warga berubah jadi petaka.
Balajinama Lase, yang sedang memanjat pohon untuk ditebang, malah terplest dan jatuh lalu meninggal dunia, Senin (16/3/2020) pagi.
Peristiwa naas terjadi ketika almarhum bersama sejumlah warga sedang melakukan kegiatan kebersihan dengan menebang pohong Ketapang.
Disaat itu, ia melihat posisi tegakan pohon yang jika jatuh, ke ladang milik orang lain. Sehingga almarhum dan para saksi sepakat mengikatkan tali ke pohon tersebut agar dapat ditarik usai di tebang nantinya.
Almarhum kemudian berinisiatif memanjat pohon untuk mengikatkan tali, sementara warga lainnya menunggu di bawah pohon sambil membersihkan lahan sekitar. Tiba-tiba tak lama kemudian korban terjatuh kebawah pohon dari ketinggian sekira 15 meter dan mengenai akar-akar pohon.
Sontak, para warga yang melihat keadaan Balajinama Lase yang tak bisa berbicara, bergegas membawanya ke Puskesmas terdekat menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di Puskesmas, ia segera diberikan tindakan medis oleh perawat dan dokter jaga. Sayangnya, dari hasil pemeriksaan dokter, diterangkan bahwa korban telah meninggal dunia.
Adanya kejadian tersebut, polisi dari Polsek Tiga Juhar Polresta Deli Serdang mengecek korban di Puskesmas. Kemudian melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolsek Tiga Juhar Polresta Deli Serdang AKP GK Manurung, melalui Kasubbag Humas Polresta Deli Sersang, Iptu Maspan Naibaho, Selasa (17/3/202 mengatakan, peristiwa korban jatuh dari pohon Ketapang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter.
“Korban sempat dibawa warga ke puskesmas Tiga Juhar untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, akibat luka yang dideritanya korban akhirnya meninggal dunia. Usai dilakukan pemeriksaan selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya. (Ck)










