Percut, ArmadaBerita.Com
Setelah melakukan pencarian selama dua hari, Sinta, bocah yatim berusia 12 tahun yang tinggal mengontrak di Kapan Duku Raya, Desa Laud Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, akhirnya ditemukan.
Saat ditemukan, bocah malang tak berdosa itu telah meninggal dengan posisi mengapung di aliaran sungai yang tak begitu jauh dari jembatan titi runtuh Kecamatan Percut Sei Tuan pada Kamis (30/3/2023) sore.
“Kasihan kali lah anak itu, padahal dia anaknya rajin dan bisa jagain adik-adiknya. Makanya setiap ada bantuan anak yatim, Sinta sering ikut,” kata Suriani yang pernah bertetangga dengan Sinta dan orang tuanya.
Dari amatan di kediaman rumah kontrakan keluarganya almarhum terlihat isak tangis pecah begitu mengetahui anak sulung dari 4 bersaudara itu masih utuh menggunakan baju berwarna orange dan celana hitam yang dikenakannya.
Lili, ibu korban dan nenek korban beserta ibu korban yang dari pertama mengetahui hilangnya korban terbawa arus tak henti-hentinya menyesali kejadian itu. “Sinta…malangnya nasibmu cucuku,” teriak histeris nenek koran yang terlihat sangat terpukul.
Pihak Basarnas yang melakukan evakuasi jasad korban dari tepian sungai langsung memasukan jasad almarhumah ke kantong jenazah untuk dibawa ke rumah duka.
Sore itu juga, pihak keluarganya pun langsung mempersiapkan untuk pemakaman korban.
Peristiwa itu berawal saat korban bersama dua rekannya panci di sungai tepatnya di depan rumah yang di kontrak ibu almarhumah di Kapan Duku Raya Desa Laud Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Selasa (28/3/2023) sekira pukul 15.00 WIB.
Saat mandi, ketiga anak perempuan itu terseret derasnya arus. Namun dua orang yang ditaksir sudah bersekolah di jenjang SMP berhasil diselamatkan oleh warga yang kebetulan berada di telinga sungai.
Sementara, Sinta yang disebutkan sempat berpelukkan dengan salah satu temannya terlepas, sehingga bocah yang masih duduk dibangku SD kelas 6 ini terseret arus dan tenggelam. Kedua temannya itu langsung melaporkan atas menghilangnya Sinta. Sejak hari itu pencarian terus dilakukan oleh warga Hangga di hari kedua ini pihak Basarnas berhasil menemukan jasad korban. (ASN)










