NEWS  

Buronan Maling Uang Rp1,6 M Milik Pemprovsu Diciduk

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Abu Bakar Tertusi melalui Lakhar Kasi Intel Kompol Heriyono mengatakan, Tim Elang melacak keberadaan Tukul Panjaitan.

Begitu mendapat informasi tentang keberadaan tersangka, personel yang dipimpin oleh Panit Operasinal Seksi Intel Satuan Brimob Polda Sumut Ipda Heri Suhartono menyelidikinya.

“Namun saat itu, tersangka sedang tidak berada di kediamannya di Jalan Menteng, Medan,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Tak berhenti sampai di situ, personel Intel Satuan Brimob Polda Sumut melakukan investigasi di sekitar Jalan Menteng. Hasilnya, malam itu, Tukul menampalkan diri. Saat itu, Tukul dibekuk, di Jalan Menteng, Gang Swasembada, Medan, Sumatera Utara.

Lebih jauh Heriyono mengatakan, saat diinterogasi, Tukul mengakui perbuatannya ikut terlibat mencuri uang Rp 1,6 miliar milik pemprovsu di kantor Gubernur Sumut pada Senin (9/9/2019) lalu.

Peran Tukul sebagai pengemudi dan juga dalang pencurian tersebut. “Atas pencurian yang dilakukannya, pelaku memperoleh hasil Rp 300 juta. Uang itu digunakannya untuk berobat di Penang karena pelaku memiliki riwayat penyakit,” terangnya.

Selain itu, sambung Heriyono, Tukul juga mengaku terlibat dalam kasus pencurian uang Rp130 juta yang pernah terjadi di kawasan kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Dari aksi kejahatan ini, pelaku mengakui mendapatkan bagian Rp 20 juta. Selanjutnya personel menyerahkan DPO Tukul Panjaitan ke Mapolrestabes Medan untuk ditindaklanjuti.

Seperti diketahui, aksi pencurian uang senilai Rp 1,6 miliar di kantor Gubernur Sumut ini terjadi ketika seorang ASN Pemprovsi, M Aldi Budianto (40) bersama rekannnya pekerja harian lepas di Biro Perbekalan Kantor tersebut, Indrawan Ginting (36) mengambil uang dari Bank Sumut yang berada di Jalan Imam Bonjol, Senin (9/9/2019).

Usai dari bank, keduanya membawa uang tersebut dengan meletakkannya di bagian bagasi belakang mobil. Namun setibanya di halaman parkir kantor Gubernur Sumut, di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, keduanya meninggalkan mobil dan pergi untuk sholat.

Sehabis sholat keduanya terkejut, karena kunci remot mobil tidak berfungsi. Mereka mendapati lubang kunci mobil telah dirusak orang. Kemudian setelah dicek uang Rp 1,6 miliar yang baru saja mereka ambil telah raib. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *