Percut, ArmadaBerita.Com
Suara ledakan dahsyat tiba-tiba mengejutkan warga di perumahan elite Komplek Cemara Asri tepatnya di Jalan Jambu No 82, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (13/5/20) siang.
Akibat ledakan tersebut sebagai rumah permanen runtuh dan mengalami kerusakan cukup parah. Terdapat juga
Selain itu, 1 unit mobil Wuling warna merah maroon dengan nomor polisi BK 1708 FP ringsek, dan 1 unit mobil merek Toyota Innova BK 1713 VX mengalami pecah kaca bagian depan. Bahkan dikabarkan, salah seorang bocah SD terluka akibat serpihan ledakan.
Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan. Namun dari informasi yang didapat ledakan berasal dari adanya kebocoran gas.
Peristiiwa yang menghebohkan warga sekitar cepat menyebar sehingga sejumlah personil dari Polsek Percut Sei Tuan dan Tim Inafis Polrestabes Medan datang ke lokasi melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket).
Berdasarkan informasi yang diperoleh kebakaran diduga berasal dari rumah milik, Tjen Lie Lin (54) yang dihuni Azwan Rasyid. Namun, rumah itu lagi tidak berpenghuni (kosong). Sekitar pukul 15.00 WIB warga sekitar dikejutkan adanya suara ledakan dari rumah tersebut. Buarrr!!!
Tak ayal warga berhamburan keluar rumah dan melaporkan kejadian itu ke pihak penggelola komplek dan meneruskannya ke polisi setempat.
Waka Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji yang ditemui di lokasi membenarkan terjadinya ledakan di rumah Jalan Jambu. Namun kata Irsan, penyebab ledakan belum diketahui.
“Penyebabnya kita belum tau pasti. Kita masih menunggu Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Sumut,” kata Waka Polrestabes Medan.
AKBP Irsan Sinuhaji memastikan penyebab bukan karena bahan peledak. “Kita sampaikan ini bukan karena bahan peledak bukan juga bagian kelompok tertentu bukan, mungkin ada kebocoran gas,” jelasnya.
Sementara salah satu warga yang menjadi korban merupakan bocah berusia 12 tahun yang masih duduk di bang ku SD diketahui bernama, Tribowo (12), warga Jalan Jambu Nomor 84, Kompleks Cemara Asri.
Ia mengalami luka-luka di bagian kaki sebelah kanan. “Korban masih kelas 6 SD,” terang Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Abu Bakar.
Dijelaskannya bahwa ledakan diduga berasal dari kebocoran gas dari rumah bernomor 82 tersebut juga mengakibatkan 1 unit rumah permanen hancur, dan 2 unit mobil. (Red)











