Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional, Antisipasi Lonjakan Pasien Program Berobat Gratis

Share

Armadaberita.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperluas akses layanan kesehatan dengan mengembangkan layanan kesehatan regional untuk mengantisipasi lonjakan pasien di rumah sakit rujukan sejak diberlakukannya Program Berobat Gratis (Probis). Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan kesehatan lebih dekat, merata, dan tidak terpusat hanya di rumah sakit besar tertentu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengungkapkan bahwa sejak Probis berjalan tahun lalu, beberapa rumah sakit mengalami lonjakan pasien signifikan hingga tingkat keterisian tempat tidur melampaui 80 persen. Rumah Sakit Haji, RSUP H Adam Malik, RS Royal Prima, dan RS Murni Teguh merupakan beberapa fasilitas yang mengalami peningkatan tertinggi.

“Rata-rata keterisian tempat tidur sudah melebihi 80%. Karena itu, layanan kesehatan regional akan dikembangkan agar masyarakat bisa mendapatkan layanan sesuai wilayah domisili,” ujar Hamid dalam konferensi pers bersama Dinas Kominfo Sumut, Kamis (29/1/2026).

Hamid menjelaskan, pengembangan layanan akan mencakup regional pantai timur, kawasan dataran tinggi, wilayah pariwisata, serta penguatan layanan kesehatan di Kota Medan. Skema ini diharapkan mencegah penumpukan pasien di pusat layanan tertentu dan memperluas jangkauan Probis.

Pemprov juga akan memperkuat layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, agar dapat menangani lebih banyak layanan dasar. “Layanan dasar harus bisa diselesaikan di FKTP, tidak semua harus ke rumah sakit,” tegas Hamid.

Selain peningkatan layanan, Pemprov Sumut menegaskan komitmen pengawasan mutu. Dari 172 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, lima rumah sakit swasta mendapat peringatan pertama pada tahun 2025 karena tidak memenuhi standar pelayanan.

Di sisi lain, RS Haji Medan mencatat peningkatan signifikan kunjungan pasien Probis. Selama Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat 431 pasien dari 20 kabupaten/kota di Sumut berobat ke RS Haji Medan, dengan Deliserdang sebagai daerah terbanyak.

Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RS Haji Medan, Ridesman Nasution, menyebut sejumlah langkah peningkatan layanan telah disiapkan, mulai dari perluasan UGD, penambahan ruang ICU anak, hingga penambahan 32 kamar rawat inap dari total 327 kamar. RS Haji juga menambah 12 dokter umum serta 72 tenaga kesehatan lainnya.

Pemprov Sumut turut mengalokasikan anggaran Rp3,6 miliar pada 2026 untuk mendukung kontrak dokter spesialis. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov dalam memperkuat Probis sebagai program unggulan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *