EKBIS  

Gunawan Benjamin: NTP di Bawah 100, Kesejahteraan Petani di 2024 Sulit Bangkit

Gunawan Benjamin.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

BPS Sumut merilis nilai tukar petani (NTP) Sumut yang mengalami kenaikan 0.96 persen pada bulan Desember 2023 kemarin. Dimana NTP Sumut berada di level 129.04, naik dari posisi bulan sebelumnya di level 127.81. Kenaikan NTP disumbangkan oleh kenaikan sub sektor tanaman pangan sebesar 1 persen, sub sektor perkebunan 1.47 persen dan NTP sub sektor peternakan sebesar 0.29 persen.

Pengamat Ekonomi di Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengungkapkan, kenaikan sub sektor perkebunan lebih banyak disumbangkan oleh kenaikan harga karet, sub sektor peternakan ditopang oleh kenaikan harga daging ayam dan sub sektor tanaman pangan yang tergambar dari kenaikan harga beras.

“Namun, sumbangan deflasi dari Cabai Merah di bulan Desember telah mendorong penurunan NTP sub sektor tanaman hortikultura,” ungkap Gunawan kepada wartawan di Medan, Rabu (3/1/2024).

Menurut Gunawan, harga Tomat dan sejumlah sayuran lainnya yang mengalami kenaikan selama bulan Desember, menjadi salah satu penahan, sehingga NTP sub sektor tanaman hortikultura tidak mengalami penurunan lebih dalam. “Penurunan NTP pada sub sektor tanaman hortikultura menunjukan keprihatinan kita terhadap petani di sub sektor tersebut,” tuturnya.

Harga Cabai rata-rata turun di bulan Desember dibandingkan sebulan sebelumnya. Namun sejauh ini, bilang Gunawan, harga Cabai masih berada di atas harga keekonomiannya. “Jadi sangat miris disaat harga Cabai masih bertahan mahal, namun petani justru mengalami kerugian. Karena NTP petani sub sektor hortikultura berada di angka 90.77, atau jauh di bawah angka 100,” terangnya.

Selain itu, sebut Gunawan lagi, NTP gabungan yang berada di atas level 100 ini juga tidak diikuti oleh semua NTP di setiap sub sektor nya.

Dari hasil amatannya, terpantau NTP sektor perkebunan, perikanan dan tanaman pangan NTP nya berada di atas 100 yang diterjemahkan bahwa petani masih mendapatkan keuntungan. Walaupun dengan catatan NTP perikanan dan tanaman pangan NTP nya hanya seidkit di atas angka 100, yakni 103,69 untuk perikanan dan tanaman pangan 101,32. Sementara itu sub sektor lainnya justru masih di bawah 100, yakni NTP tanaman hortikultura 90,77 dan peternakan sebesar 94,66.

“Saya menilai bahwa dengan besaran NTP tersebut kesejahteraan petani sulit untuk bangkit di tahun 2024 ini. Karena sejumlah harga kebutuhan pangan hortikultura ditambah dengan produk peternakan sudah berada di angka keekonomiannya,” jelasnya.

Gunawan juga mengatakan, jika ada kenaikan harga yang lebih tinggi justru bisa berakibat pada penurunan konsumsi atau penurunan omset penjualan. Artinya, ada ancaman dimana harga turun bisa membuat gairah petani untuk bercocok tanam juga menurun. “Dan tentunya itu akan menjadi ancaman kenaikan harga yang lebih tinggi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *