Belajar Nilai Persekutuan dari Basket

Share

Bogor, ArmadaBeritaCom – Pada Program Pengajaran, kami memprioritaskan anak-anak dari gereja Remaja Persekutuan Teruna GPIB Zebaoth Bogor. Program tersebut berjalan dengan rentang waktu di bulan Juni 2022, setiap hari Sabtu pukul 13.00-14.30.

Jumlah murid yang kami ajar dalam program ini dari 5 hingga 8 anak. Tempat pelatihan dilaksanakan di Bucketlist Bogor dan GOR Kresna Bogor. Memiliki perlengkapan seperti bola dan cone yang ditanggung oleh pihak Pengurus Persekutuan Teruna GPIB Zebaoth Bogor.

Lapangan yang kita pakai pada minggu pertama sangat memenuhi standar pelatihan Basket karena tekstur lantai lapangan yang lebih kasat dan bersih.

Sedangkan pada minggu kedua, lapangan yang kita pakai terkesan tidak memenuhi standar bermain basket karena lantai lapangan terasa lebih licin. Namun di samping itu, lapangan kedua memiliki ring basket yang sama baiknya seperti lapangan pada minggu pertama.

Setelah kami cari tahu lebih lanjut, kami mendapatkan bahwa anak-anak dari GPIB Zebaoth Bogor belum pernah sama sekali mengenal dan mempelajari apa yang namanya kebersamaan dalam sebuah basket.

Padahal untuk anak seusia mereka, pembelajaran tentang pentingnya kebersamaan merupakan hal yang sudah wajib mereka dapatkan. Adanya pelatihan basket untuk remaja Persekutuan Teruna GPIB Zebaoth Bogor ingin memiliki suatu persekutuan yang erat di dalam pelayanan Gereja dalam bentuk pelatihan basket sebagai salah satu cara untuk membuat dan membangun hubungan yang erat antar jemaat khususnya usia remaja.

Pertemuan 1 : Dribbling Dan Handle

Pada awal program, peserta masih belum ada rasanya bersekutu yang berdampak pada jumlah peserta di minggu pertama. Selain itu, mereka juga belum memiliki basic dari bermain basket. Sehingga minggu pertama, kami mengajarkan basic dan teknik dasar bermain Basket.

Lalu, beberapa tantangan yang kami hadapi pada saat menjalankan program ini, dimulai dari lokasi pertemuan yang jauh bagi salah satu anggota kelompok. bukan hanya itu, dalam program pelatihan ini, kami juga mengalami keterbatasan jumlah peserta yang ikut dan murid yang datang tidak menentu jumlah nya. Walaupun begitu kami tetap melakukan program dengan penuh tanggung jawab.

Pertemuan 2 : Lay up, Shoot & Defense

Program kali ini kami bagi menjadi 3 sesi pertemuan. Bukan hanya itu, dalam program pelatihan ini, kami juga mengalami keterbatasan jumlah peserta yang ikut dan murid yang datang tidak menentu jumlah nya. Untuk pertemuan keempat dan kelima, kelompok kami mengajak untuk bermain dan mengimplementasikan apa yang sudah kami ajarkan tentang kebersamaan dan basket.

Tujuan utama dari program ini untuk memahami basket namun tetap tidak menghilangkan apa dari kebersamaan dan persatuan. Dan di sesi terakhir akan ada kesan dan pesan dari perwakilan anak-anak remaja GPIB Zebaoth Bogor.

Pertemuan 3: Defense dan Offense

Konsep melatih yang kami gunakan adalah dengan melakukan pemanasan bersama dan memberi materi yang sudah kami siapkan di setiap pertemuan. Alasan kami mengambil metode ini adalah untuk mengajar mereka kebersamaan, memudahkan dalam berdiskusi, serta membuat mereka lebih percaya diri dan tidak canggung terhadap orang yang lebih tua dari mereka.

Reaksi yang kami dapat dari mereka semua adalah antusiasme yang tinggi, walaupun ada dari mereka yang masih malu untuk bertanya kepada kita, namun mereka bersemangat untuk menerima pelajaran yang kita beri.

Harapan dari pelayanan komunitas ini, ingin memiliki suatu persekutuan yang erat di dalam pelayanan Gereja dalam bentuk Pelatihan Basket sebagai salah satu cara untuk membuat dan membangun hubungan yang erat antar jemaat khususnya usia remaja. Serta untuk anak-anak yang kami ajarkan semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi mereka.(*)

Naskah artikel ini ditulis oleh Tim Mahasiswa Ukrida yang beranggotakan: Theodore, Jesaya Juan, dan Abednego

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *