Daerah  

PWI Paluta Minta Kejatisu Audit Anggaran Penanganan Stunting 

Share

Paluta, Armadaberita.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk mengaudit anggaran program percepatan penurunan stunting di Paluta.

Ketua PWI Paluta, Tohong P. Harahap, didampingi Sekretaris Lomo Siregar dan pengurus senior Ahmad Yasir Harahap, menyatakan bahwa anggaran untuk penanganan stunting di Paluta selama 2023 dan 2024 cukup besar, namun pelaksanaannya dinilai kurang optimal.

“Kami berharap Kejatisu melakukan audit terhadap dana penanganan stunting, terutama tahun 2023. Anggarannya besar, tapi hasil di lapangan tidak sesuai dengan harapan,” ujar Tohong, Jumat (17/1/2025).

Anggaran Besar, Hasil Dinilai Tidak Maksimal 

Tohong mengungkapkan, selain dari pemerintah pusat dan daerah, dana untuk penanganan stunting di Paluta juga bersumber dari CSR perusahaan, BAZNAS, hingga dana desa. Dengan berbagai sumber dana tersebut, seharusnya program ini membawa dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Namun, ia menilai pelaksanaannya di lapangan justru terkesan tidak transparan dan rawan disalahgunakan. Salah satu contohnya adalah anggaran Rp11,8 miliar untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dinas PU Paluta, yang menurutnya tidak berjalan optimal dan menuai banyak keluhan dari masyarakat.

“Proyek SPAM ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat dipertanyakan. Informasi yang kami terima, banyak masalah dalam pelaksanaannya, dan masyarakat merasa tidak puas,” tambahnya.

Bandingkan dengan Kasus di Madina  

Tohong juga menyebutkan, Kejatisu saat ini sedang memeriksa anggaran stunting di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga bermasalah. Ia berharap hal serupa dilakukan di Paluta.

“Jika di Madina bisa diaudit, kami pikir di Paluta juga perlu dilakukan hal yang sama. Anggaran yang besar ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan malah menjadi ajang korupsi,” tegasnya.

PWI Paluta berharap audit ini dapat memastikan penggunaan dana yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menangani masalah stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *