Daerah  

Polda Sumut Kerahkan Personel Penuh Tangani 65 Titik Bencana di Delapan Daerah

Share

Armadaberita.com, Medan, – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya 65 bencana alam di delapan kabupaten/kota. Menanggapi situasi ini, Polda Sumut bergerak cepat dengan menurunkan ratusan personel dan peralatan untuk membantu evakuasi warga serta menanggulangi dampak bencana.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, jenis bencana yang terjadi beragam, mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.

“Kami mencatat ada 38 longsor, 24 banjir, 2 pohon tumbang, dan 1 angin puting beliung. Korban terdampak mencapai 29 orang, dengan 12 meninggal dunia, 10 luka-luka, dan 7 masih dalam pencarian. Ribuan kepala keluarga terdampak dan ratusan warga harus mengungsi,” jelasnya.

Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menjadi daerah paling parah terdampak. Di Tapteng, tercatat delapan titik longsor dan sepuluh titik banjir, menelan empat korban jiwa dan tiga orang masih tertimbun material longsor.

Di Sibolga, enam titik longsor menyebabkan lima meninggal, tiga luka-luka, dan empat masih dalam pencarian. Wilayah lain, termasuk Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Gunungsitoli, dan Pakpak Bharat, juga mengalami dampak bencana dengan kerusakan rumah, tertutupnya jalan, dan gangguan arus lalu lintas.

Untuk menangani kondisi darurat ini, Polda Sumut menurunkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimobda, Ditsamapta, Bid Dokkes, dan Bid TIK, lengkap dengan drone dan peralatan komunikasi canggih seperti Starlink.

Tugas mereka tidak hanya evakuasi, tetapi juga operasi SAR, pengaturan lalu lintas di lokasi terdampak, pengamanan daerah rawan, serta pendirian posko tanggap darurat.

Kombes Ferry menekankan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Setiap laporan langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Kami memastikan warga mendapat bantuan secepat mungkin,” ujar Ferry.

Berdasarkan perkiraan cuaca, hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih berlangsung beberapa hari ke depan. Di beberapa lokasi, ketinggian air masih mencapai antara 70 cm hingga 4 meter. Pihak kepolisian mengimbau warga di daerah rawan longsor dan banjir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

Selain penanganan darurat, Polda Sumut bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BPBD untuk membuka akses jalan yang tertutup, menyediakan tempat pengungsian representatif, menyalurkan logistik, mendirikan dapur umum, serta memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga kondisi kembali pulih sepenuhnya,” tutup Ferry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *