Armadaberita.com | MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya B.Sc, mengapresiasi langkah-langkah strategis yang sedang ditempuh Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini mengemuka saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dishub Sumut, Kamis (31/7/2025). Kedatangan Wagub Surya disambut hangat oleh Plt Kadishub Sumut, Moettaqin Hasrimi, dan jajaran.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Command Center Room Dishub Sumut, Moettaqin memaparkan perkembangan pengelolaan retribusi daerah, termasuk tantangan dan potensi yang bisa dimaksimalkan. Saat ini, dari total 12 terminal tipe B milik Pemprov Sumut, empat di antaranya telah mengelola retribusi dengan baik, yaitu Terminal Tanjung Beringin, Ikan Paus, Lubuk Pakam, dan Kabanjahe.
Dari keempat terminal tersebut, retribusi penyediaan tempat khusus parkir ditarget PAD sebesar Rp267 juta dan retribusi pemanfaatan aset daerah sebesar Rp112 juta. Meski pengelolaan retribusi baru dimulai sejak Juni 2025, sudah mulai menunjukkan sinyal positif terhadap pencapaian target PAD Dishub yang dipatok Rp750 juta pada tahun ini.
“Dengan penambahan SDM di lapangan, khususnya petugas di terminal-terminal, kami optimis target PAD dapat tercapai. Bahkan, potensi kenaikannya bisa dua kali lipat,” kata Moettaqin.
Tak hanya itu, Dishub Sumut juga tengah mempersiapkan terobosan melalui usulan retribusi baru, seperti penyewaan videotron, layanan mobil derek, pemanfaatan Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMKAU), dan pengaktifan kembali terminal yang belum beroperasi optimal. Total potensi dari terobosan ini diperkirakan mencapai Rp438 juta per tahun.
Kepala Bapenda Sumut, Ardan Noor, mendukung penuh langkah Dishub dan mendorong penerapan sistem digitalisasi dalam pengutipan retribusi. Menurutnya, digitalisasi akan membuat pembayaran tercatat secara real-time dan lebih transparan.
“OPD penghasil PAD harus mampu menciptakan terobosan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Target yang dibuat harus rasional dan bisa diwujudkan,” ujar Ardan.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Surya juga menyinggung soal penundaan pembangunan Terminal Sijambi, Tanjungbalai, yang telah dianggarkan pada APBD 2024. Kepala UPTD Kisaran Dishub Sumut, Malik Assalih, menjelaskan, penundaan dilakukan untuk memastikan seluruh dokumen teknis seperti Amdal, Andalalin, dan PED benar-benar lengkap sebelum pembangunan dimulai.
“Keputusan menunda bukan karena kegagalan, justru agar proyek ini bisa berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Malik.
Wagub Surya pun memberikan apresiasi atas kehati-hatian tersebut. Ia mendorong seluruh jajaran Dishub untuk bekerja secara bijaksana dan bertanggung jawab demi mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pendapatan daerah merupakan indikator penting dalam mengukur kinerja pemerintah. Saya yakin dengan semangat kolaboratif, Dishub bisa memberikan kontribusi besar bagi Sumut ke depan,” pungkas Surya.











