Armadaberita.com, Langkat – Setelah 20 tahun rusak parah tanpa perbaikan, warga Lingkungan 8, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, akhirnya mengambil langkah nekat: patungan dan bergotong royong memperbaiki sendiri jalan penghubung menuju Lingkungan 9. Aksi solidaritas itu berlangsung pada Minggu (16/11) dan melibatkan sekitar 40 warga.
Jalan sepanjang lebih dari satu kilometer itu dulunya pernah diaspal, namun sejak dua dekade lalu dibiarkan rusak berat dan dipenuhi lubang. Padahal, jalur ini juga menjadi akses penting menuju kawasan stasiun dan pusat kota, membuat keberadaannya sangat vital bagi aktivitas warga.
Kekecewaan Memuncak, Warga Bergerak
Tokoh masyarakat, Samsul Hasibuan, mengatakan warga sudah kehabisan sabar. “Ini murni kepedulian warga, khususnya kami di Lingkungan 8. Kami tidak sanggup lagi melihat jalan yang hancur seperti ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sudah lebih dari 20 tahun jalan tersebut tidak pernah mendapatkan perhatian. Warga pun berharap pemerintah Kabupaten Langkat segera turun tangan menangani masalah yang meresahkan ini.

Patungan Rp10 Juta Demi Akses Aman
Untuk membiayai perbaikan, warga mengumpulkan dana sekitar Rp10 juta secara sukarela. Dana tersebut digunakan membeli semen dan material lainnya.
Di lokasi pengerjaan, suasana gotong royong sangat terasa. Drum biru dijadikan wadah adukan semen, karung-karung Semen Merah Putih disusun di sisi jalan, sementara para pria bertugas mengecor lobang yang dianggap paling berbahaya.
“Kami hanya ingin akses yang aman dan layak. Ini bukan sekadar kenyamanan, tapi keselamatan kami setiap hari,” tegas Zulfikar, koordinator lapangan.
Perbaikan difokuskan pada tanjakan dekat pintu masuk Jalan Lintas Besitang, satu titik yang selama ini dianggap sangat rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang rusak dan licin membuat kendaraan sering sulit kendali, terlebih ketika masuk ke jalur lalu lintas padat.
Solidaritas Besitang untuk Infrastruktur yang Lebih Baik
Aksi ini menjadi bukti kekuatan swadaya masyarakat Besitang dalam menuntaskan persoalan infrastruktur yang lama diabaikan.
Warga berharap perbaikan ini bisa meningkatkan mobilitas antara Lingkungan 8 dan Lingkungan 9 sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. (Jali)











