FEKDI x IFSE 2026 Dorong Ekonomi Digital Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Ist)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Ekonomi dan keuangan digital (EKD) Indonesia terus didorong menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sinergi kebijakan, inovasi, penguatan talenta digital, hingga keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Gelaran yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, tersebut diselenggarakan Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. Nilainya disebut mendekati US$100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$180–340 miliar pada 2030.

“Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara,” terang Airlangga dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya ditandai dengan semakin canggihnya teknologi. Inovasi, menurutnya, harus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

“Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat,” ujar Friderica pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan transformasi digital perlu terus dipercepat di tengah prospek ekonomi global yang belum kuat, ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, serta risiko digital yang semakin kompleks.

Menurut Destry, akselerasi tersebut harus dibarengi penguatan keamanan sistem pembayaran dan pelindungan konsumen.

“FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi,” kata Destry.

Perkembangan transaksi digital juga menunjukkan peningkatan. Pada Agustus 2026, transaksi ekonomi keuangan digital tumbuh 40,36% secara tahunan (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi.

Akseptasi QRIS turut meningkat dengan mencapai 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant. Sementara dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi, dengan nilai transaksi Rp1.346 triliun.

FEKDI x IFSE 2026 juga memayungi sejumlah inisiatif pengembangan ekosistem EKD. Di antaranya Program Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA), Digital Talent Expo, Program Akselerasi OJK Infinity, serta edukasi mengenai Digitalisasi Perlindungan Sosial dan InaGOV.

Selama tiga hari penyelenggaraan, agenda FEKDI x IFSE 2026 diarahkan pada penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta dan inovasi digital, serta penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara.

Melalui forum tersebut, kebijakan, inovasi, talenta, industri, dan kebutuhan masyarakat dipertemukan untuk mendorong transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional agar semakin produktif, inklusif, dan terintegrasi. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *