Samosir, Armada berita.Com — Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mulai diarahkan menjadi salah satu kawasan penting dalam pengembangan bawang putih nasional. Fokus pemerintah bukan sekadar meningkatkan produksi konsumsi, tetapi membangun kemandirian benih bawang putih sebagai fondasi menuju swasembada.
Langkah tersebut ditandai dengan penanaman bawang putih bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Taufiq Ratule di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Samosir, Sabtu (15/8/2026).
Taufiq mengatakan, ketersediaan benih menjadi salah satu kunci utama untuk mempercepat swasembada bawang putih. Karena itu, pengembangan dalam beberapa tahun awal akan lebih diarahkan untuk menghasilkan benih berkualitas yang nantinya dapat digunakan untuk memperluas areal tanam.
“Kalau benih kita tersedia, kita bisa swasembada. Produksi awal hingga tiga tahun ke depan kita fokus kepada benih,” ujar Taufiq.
Menurut dia, Kementan telah menyiapkan program pengembangan bawang putih sekitar 5.000 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperluas kawasan pengembangan bawang putih secara bertahap.
Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Saat ini pengembangan bawang putih di provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 500 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten. Sementara di Samosir, luas pengembangan mencapai sekitar 160 hektare.
Taufiq menekankan bahwa hasil produksi yang diarahkan untuk benih harus dijaga agar tidak seluruhnya masuk ke pasar konsumsi. Ketersediaan benih berkualitas diperlukan untuk memastikan ekspansi budidaya bawang putih dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Jangan sampai benih yang diproduksi justru menjadi konsumsi. Kita membutuhkan benih yang berkualitas,” katanya.
Samosir Punya Keunggulan
Potensi Samosir untuk menjadi kawasan pengembangan bawang putih didukung kondisi geografis, khususnya wilayah dataran tinggi. Pemerintah daerah saat ini mengembangkan bawang putih di dua kawasan, yakni Pulau Samosir dan wilayah Kabupaten Samosir yang berada di Pulau Sumatera.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Tumiur Gultom mengatakan, kawasan pengembangan di Pulau Sumatera diarahkan mulai dari kawasan KPT pertanian hingga Desa Hutagalung yang berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Pakpak Bharat. Pengembangan lainnya berada di Kecamatan Simanindo.
Pemkab Samosir juga membuka peluang memperluas kawasan tersebut. Tumiur menyatakan pemerintah daerah siap apabila Kementan meningkatkan kuota bantuan benih hingga sekitar 200 hektare pada tahap berikutnya.
“Kondisi geografis Kabupaten Samosir sangat memungkinkan untuk pengembangan bawang putih,” kata Tumiur.
Meski mendapat dukungan pemerintah, petani diminta serius menjaga pola budidaya. Tumiur mengingatkan agar bawang putih tidak ditumpangsarikan dengan tanaman lain karena berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, petani masih mendapatkan dukungan berupa benih dan alat mesin pertanian (alsintan). Namun, target akhirnya adalah petani mampu memproduksi benih secara mandiri.
Dorong Pendapatan Petani
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan pengembangan bawang putih tidak hanya berkaitan dengan agenda swasembada pangan nasional, tetapi juga menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Mayoritas masyarakat Samosir adalah petani dan menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Kami berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ariston meminta kelompok tani memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah secara optimal dan menjalankan budidaya bawang putih dengan sungguh-sungguh.
Pemkab Samosir, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian melalui perluasan kawasan, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemandirian petani.
Jika program pengembangan benih berjalan sesuai target, Samosir berpeluang tidak hanya menjadi daerah penghasil bawang putih, tetapi juga salah satu pemasok benih untuk mendukung perluasan budidaya komoditas tersebut di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.











