Medan, ArmadaBerita.Com – Transformasi digital yang digencarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam pengelolaan keuangan daerah berbuah manis. Sumut sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Creative Financing (Pembiayaan Kreatif) terbaik dari Kementerian Dalam Negeri, yang diserahkan pada 25 April 2026 di Palembang.
Tak sekadar trofi, capaian ini juga diganjar insentif sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, kreativitas, dan kemandirian fiskal daerah.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut, Timur Tumanggor, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konkret keberhasilan digitalisasi dalam tata kelola keuangan daerah.
“Penilaian ini menegaskan bahwa Pemprov Sumut telah melakukan lompatan melalui digitalisasi pengelolaan keuangan,” kata Timur dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (29/4/2026).
Salah satu kunci keberhasilan itu adalah pengembangan Sistem Informasi Aplikasi Keuangan Daerah berbasis online dan terintegrasi. Sistem ini memangkas birokrasi panjang, memungkinkan pemerintah kabupaten/kota menyampaikan laporan secara cepat tanpa harus hadir fisik ke kantor BKAD.
Lewat platform tersebut, berbagai proses penting,mulai dari laporan pertanggungjawaban APBD, eksaminasi rencana anggaran, hingga laporan kepala daerah, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan klik.
“Ini efisiensi nyata, baik dari sisi waktu maupun biaya. Tahun ini sudah kita implementasikan secara penuh,” ujarnya.
Tak berhenti di sana, Pemprov Sumut juga memperluas inovasi melalui digitalisasi pengelolaan aset daerah. BKAD mengembangkan aplikasi Kemanfaatan Barang Milik Daerah guna mengoptimalkan aset yang selama ini belum tergarap maksimal.
Saat ini tercatat 114 aset berupa tanah dan bangunan yang telah terdokumentasi, namun belum dimanfaatkan optimal. Aset-aset tersebut akan dikelola melalui skema terbuka, mulai dari sewa hingga kerja sama bagi hasil.
“Peluangnya kita buka lebar, baik untuk pengusaha, UMKM, maupun masyarakat. Semua melalui mekanisme transparan,” jelas Timur.
Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Medan, Deli Serdang, Langkat, dan Binjai. Dari total itu, 52 bidang tanah telah melalui proses penilaian dan siap dioptimalkan.
Langkah ini diyakini menjadi strategi jangka panjang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memastikan aset pemerintah tetap terjaga dan produktif.
“Ini proses bertahap, tapi arahnya jelas: meningkatkan nilai ekonomi aset daerah dan memperkuat kemandirian fiskal Sumut,” pungkasnya.











