Armadaberita.com | ACEH TAMIANG – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Desa Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Selasa (8/7/2025), telah memicu banjir besar yang melumpuhkan aktivitas warga. Permukiman di dataran rendah, terutama di sekitar kaki gunung, menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air bervariasi.
Bencana ini diperparah oleh meluapnya air sungai yang melintasi kawasan padat penduduk. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, hingga tak mampu lagi menampung aliran. Akibatnya, air meluber ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah.
Seluruh akses jalan utama desa juga lumpuh akibat banjir, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Hingga Selasa(9/7/2025), air belum menunjukkan tanda-tanda surut, membuat roda kehidupan warga praktis terhenti. Sekitar 10 kilometer jalan utama desa terendam total, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Akses keluar-masuk desa pun sangat terbatas, bahkan terputus di beberapa titik, mengisolasi warga dari dunia luar.
Dalam kondisi darurat ini, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Proses evakuasi dilakukan secara mandiri dengan peralatan seadanya. Sayangnya, hingga saat ini, bantuan dari pihak berwenang belum juga tiba di lokasi bencana, menambah keresahan masyarakat. Mereka khawatir hujan deras akan kembali turun dan menyebabkan air semakin naik.
“Sudah dua hari ini hujan tak berhenti. Air sungai mulai meluap sejak dini hari kemarin. Kami hanya bisa menyelamatkan barang-barang semampunya ke loteng atau tempat yang lebih tinggi,” keluh Aminah (45), salah satu warga yang rumahnya terendam hingga sepinggang. Ia juga mengungkapkan bahwa persediaan makanan mulai menipis dan akses menuju fasilitas kesehatan sangat sulit.











