Daerah  

Syukuran Bona Taon Pomparan Raja Panjaitan: Kebersamaan dan Komitmen Membangun Generasi Hebat

Pembina Generasi Muda Panjaitan (GMP), Mardi Panjaitan berfoto dengan Politisi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan
Share

Medan, Armadaberita.com – Ribuan anggota Punguan Pomparan Raja Panjaitan dohot Boru (PPRB) dari berbagai penjuru Kota Medan berkumpul di Hotel Tiara, Jalan Kartini, Medan, Minggu (16/2/2025), untuk merayakan syukuran awal tahun (Bona Taon). Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, serta membangun generasi Panjaitan yang lebih maju.

Di sela-sela acara ini, Pembina Generasi Muda Panjaitan (GMP), Mardi Panjaitan menegaskan pentingnya peran orang tua dan tokoh Panjaitan dalam membimbing generasi muda agar sukses di berbagai bidang.

“Panjaitan harus menjadi panutan, bukan sekadar slogan tetapi diwujudkan dalam realitas. Kita harus saling mendukung agar semakin berguna bagi perkumpulan, gereja, bangsa, dan negara,” ujarnya, saat diwawancarai usai acara.

Menjadikan Tuhan sebagai Pemimpin Punguan

Dalam khotbahnya, Pdt. Manapar Panjaitan menyampaikan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam perjalanan organisasi. Ia menyampaikan bahwa jika Punguan Panjaitan menjadikan Yesus sebagai pemimpin, organisasi ini akan semakin kuat dan mencapai tujuan bersama.

“Kita harus memastikan bahwa Tuhan Yesus Kristus hadir dalam ‘perahu’ Punguan ini. Dengan begitu, kita bisa menghadapi segala tantangan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Ketua Umum PPRB Kota Medan, Surung Panjaitan, juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid dalam membangun organisasi PPRB yang lebih baik ke depan.

Komitmen Membangun SDM Panjaitan

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan, Anggota Komisi III DPR RI Dr. Hinca Panjaitan, Politisi senior PDI Perjuangan Dr. Trimedya Panjaitan, Ketua BPK Provinsi Jawa Barat Eydu Oktain Panjaitan, serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kepala BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat yang menikahi Boru Panjaitan.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pomparan Panjaitan. Ia menyoroti masih banyaknya generasi muda Panjaitan yang kesulitan mengakses pendidikan dan kehidupan yang layak.

“Kita harus bantu mereka yang tidak mampu sekolah. Jika ada saudara kita yang membutuhkan, mari kita siapkan beasiswa. Di Jabodetabek, sudah ada 20 anak keturunan Panjaitan yang menerima beasiswa pendidikan,” ungkapnya.

Selain pendidikan, ia juga mengusulkan program bedah rumah, dengan target minimal membangun rumah bagi keluarga Panjaitan yang membutuhkan, misalnya membedah tiga rumah setiap tahun.

“Tolong bagi Panjaitan yang sudah sukses, jangan pelit. Saling membantu itu tidak akan membuat kita kekurangan. Rezeki datang dari Tuhan, dan semakin kita berbagi, semakin berlimpah berkat yang kita terima,” tegasnya.

Dari Seremoni ke Aksi Nyata

Salah satu Penasehat PPRB Kota Medan, Ir. Efendi Panjaitan, menutup acara ibadah dengan mengajak seluruh anggota Punguan untuk menghidupkan falsafah Dalihan Na Tolu dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya menjadi perkumpulan eksklusif, tetapi jadilah komunitas yang inklusif, yang peduli terhadap sesama. Kita juga harus membantu pengembangan UMKM di tengah masyarakat,” anjurnya.

Syukuran Bona Taon ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang refleksi untuk semakin memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam membangun generasi Panjaitan yang lebih maju, berdaya saing, dan siap memberikan manfaat bagi sesama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *