EKBIS  

Pengumpulan Modal pada Pasar Modal di Sumut Capai 2,28 Triliun, Investasi Reksadana Mendominasi

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

OJK Kantor Perwakilan Sumatera Utara (OJK Sumut) merilis, pengumpulan modal melalui emisi di Pasar Modal dari perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara (Sumut) mencapai jumlah sebesar Rp2,28 triliun. Capaian ini melibatkan 11 perusahaan yang melaksanakan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO), 1 perusahaan yang menerbitkan obligasi, serta 5 entitas usaha yang menjadi penerbit dalam skema pendanaan kolektif (securities crowdfunding/SCF).

Demikian disampaikan Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut), Khoirul Muttaqien lewat press release tertulis yabg disampaikan kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).

Selain itu, sebut Khoirul Muttaqien, perkembangan investor di Pasar Modal telah menunjukkan pergerakan yang signifikan dari segi akses keuangan, sejalan dengan kemajuan teknologi dan penyediaan informasi keuangan.

Khoirul Muttaqien pun memaparkan bahwa, hingga April 2024, terdapat total 583.449 single investor identification (SID) atau akun investor tercatat di Sumatera Utara, mencerminkan pertumbuhan sebesar 16,96 persen yoy.

“Dalam konteks instrumen investasi, reksadana menjadi pilihan yang dominan dengan jumlah investor terbanyak, mencapai 549.364. Sementara instrument dengan pertumbuhan rekening tertinggi adalah Saham sebesar 21,47 persen yoy,” paparnya.

Khoirul Muttaqien membeberkan bahwa jumlah rekening SID terbanyak di Sunut terdapat pada pegawai swasta, yang mencakup 36,25 persen dari total rekening SID. “Ini menunjukkan bahwa pegawai swasta memiliki minat yang tinggi terhadap investasi dan partisipasi aktif di pasar keuangan,” ujarnya.

Untuk jumlah rekening SID terbanyak kedua diikuti oleh pelajar dengan pangsa 22,91 persen, yang mengindikasikan adanya kesadaran dan keterlibatan yang meningkat di kalangan generasi muda dalam kegiatan investasi. Pengusaha menempati urutan ketiga dengan pangsa 15,76 persen, mencerminkan partisipasi yang signifikan dari sektor bisnis dalam investasi.

“Hal ini menunjukkan diversifikasi partisipasi dalam pasar modal di Sumatera Utara, dengan keterlibatan yang kuat dari berbagai kelompok pekerjaan,” sebutnya.

Untuk jumlah saham yang dimiliki oleh investor (kepemilikan saham) di Sumut, ungkap Khoirul Muttaqien, mengalami kontraksi -0,08 persen secara yoy. “Dilihat berdasarkan jenisnya, kepemilikan saham dari investor perorangan mengalami moderasi dengan pertumbuhan negatif 0,36 persen yoy. Sementara investor berjenis institusi/perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 1,39 persen yoy,” terangya.

Kepala OJK Sumut yang baru beberapa bulan dilantik ini pun menyampaikan bahwa kegiatan perdagangan saham oleh investor di Sumut pada April 2024 cenderung termoderasi. Hal itu, kata dia terlihat dari besarnya total nilai transaksi jual dan beli saham yang mencapai Rp6,76 triliun.

“Secara kumulatif dari Januari sampai April 2024, akumulasi nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp27,09 triliun, dengan rata-rata bulanan mencapai Rp6,77 triliun,” pungkasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *